CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA (ANTARA) - Gubernur Papua Matius D Fakhiri menargetkan Provinsi Papua mampu mencapai swasembada beras pada 2028 melalui peningkatan luas lahan pertanian dan produktivitas padi.
"Pada akhir 2026 kami berencana membuka sekitar 6.500 hektare lahan sawah baru dengan memanfaatkan lahan yang sudah lama tidak digunakan," kata Fakhiri di Jayapura, Senin.
Menurut Fakhiri, upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian.
"Produktivitas padi di Papua saat ini menunjukkan hasil yang menggembirakan di mana rata-rata produksi lebih dari delapan ton per hektare. Dan produksi padi di sejumlah wilayah Kabupaten Keerom disebut mencapai 12,8 ton per hektare," ujar dia.
Untuk itu pihaknya berharap dengan peningkatan produktivitas pertanian dapat mendorong perubahan struktur ekonomi Papua sehingga tidak hanya bergantung pada sektor pertambangan, tetapi juga berkembang melalui pertanian dan perkebunan, katanya menjelaskan.
"Kami juga mendorong peningkatan intensitas tanam dengan dukungan irigasi dan pompa air. Sehingga pemerintah tidak mengejar empat kali tanam, tetapi cukup tiga kali agar petani dapat melakukan tiga kali panen dalam setahun," kata Fakhiri.
Dia menambahkan dengan surplus produksi juga membuka peluang agar beras dari Papua dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di negara tetangga.
"Pengembangan lahan baru, peningkatan produktivitas, serta dukungan sarana pertanian, kami yakin sektor pangan dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Tanah Papua," ujar dia.
(Pewarta : Qadri Pratiwi)
Editor : Lucky Ireeuw