CEPOSONLIEN.COM,JAYAPURA, 21/8 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua membidik peningkatan transaksi usaha mikro dan kecil (UMK) melalui Katalog Elektronik pada semester kedua 2026 dengan mengarahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mengoptimalkan belanja melalui sistem e-purchasing.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Provinsi Papua Sohna Musaad di Jayapura, Jumat mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterlibatan UMK dan koperasi lokal dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
"Target kami pada semester kedua adalah mendorong seluruh OPD melakukan realisasi belanja melalui e-purchasing sesuai dengan rencana umum pengadaan yang telah diumumkan," katanya.
Menurut Sohna, terlihat pada semester kedua 2026, nilai transaksi UMK dan koperasi melalui Katalog Elektronik di lingkungan Pemprov Papua mencapai Rp51,63 miliar dari total transaksi Rp101,94 miliar atau 50,65 persen.
"Melihat capaian tersebut menjadi salah satu dasar bagi kami pemerintah untuk terus meningkatkan penggunaan Katalog Elektronik dalam pengadaan barang dan jasa pada semester kedua ini," ujarnya.
Dia menjelaskan Pemprov Papua juga bakal terus mendorong pelaku UMK dan koperasi, khususnya orang asli Papua (OAP), untuk memanfaatkan Katalog Elektronik sebagai sarana memperluas pasar dan meningkatkan daya saing usaha.
"Kami mendukung hal tersebut dengan memberikan pendampingan kepada pelaku usaha, mulai dari pembuatan akun penyedia, penayangan produk sesuai kategori usaha, hingga tata cara transaksi melalui metode negosiasi dan mini kompetisi,"katanya lagi.
Dia menambahkan selain itu, pemerintah juga memberikan kemudahan pendaftaran bagi pelaku UMKM melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) serta membantu pelaku usaha memasukkan produk sesuai kategori usaha dan Nomor Induk Berusaha (NIB).
"Transformasi digital dalam pengadaan pemerintah memberikan kepastian pasar bagi pelaku UMK karena belanja pemerintah dapat menjadi salah satu sumber permintaan terhadap produk dan jasa usaha lokal," ujarnya.
(Pewarta : Qadri Pratiwi)