Kapolres Mappi  Pastikan Stok BBM Aman, APMS dan Pengecer Terus Diawasi

Yulius Sulo • Dipublikasikan Senin, 31 Agustus 2026 | 11:47 WIB
Kompol Suparmin 
(CEPOSONLINE.COM/SULO) 
Kompol Suparmin  (CEPOSONLINE.COM/SULO) 

CEPOSONLINE.COM, MAPPI – Kapolres Mappi Kompol Suparmin memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Mappi khususnya diibukota kabupaten yakni Kepi masih dalam kondisi aman dan belum mengalami kelangkaan. Antrean yang terjadi di sejumlah SPBU maupun APMS disebut masih dalam batas wajar, terutama ketika pasokan BBM baru tiba.

“Kalau antre ketika BBM datang itu wajar. Tapi sejauh ini masih dalam kondisi wajar,” ujar Kapolres Mappi Suparmin  dimintai tanggapannya saat berada di Merauke, Senin (31/8/2026).   

Menurutnya, anggapan bahwa BBM yang datang langsung habis dalam satu hari tidak sepenuhnya benar. Penyaluran BBM diatur secara bertahap untuk memastikan stok dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa hari hingga satu bulan.

“Memang diatur. Satu hari, dua hari, tiga hari sampai tujuh hari itu diatur. Sedapat mungkin BBM yang datang bisa mencukupi untuk waktu satu bulan,” jelasnya.

Ia mengatakan, ketersediaan BBM juga didukung oleh jumlah APMS yang tidak hanya satu. Ketika stok pada salah satu APMS habis, diharapkan APMS lainnya masih memiliki persediaan sehingga masyarakat tidak sampai kehabisan BBM.

Terkait adanya pengecer yang menjual BBM dengan harga lebih tinggi, seperti Rp15 ribu, Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per liter, menurutnya hal tersebut berkaitan dengan upaya pengecer mendapatkan keuntungan dari usaha yang dijalankan.

“Kalau ada pengecer yang jual Rp25 ribu, Rp20 ribu, Rp15 ribu, mereka mencari keuntungan untuk usahanya,” katanya.

Untuk mencegah terjadinya kelangkaan dan permainan harga, Polres telah melakukan penertiban serta pengawasan terhadap distribusi BBM. Pengawasan bahkan dilakukan langsung di SPBU maupun APMS.

“Kita selalu melaksanakan penertiban. Sampai di pom bensin pun sekarang kita jaga. APMS dan pom bensin kita awasi, kita monitor,” tegasnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan BBM dengan mudah dan mencegah terjadinya penimbunan maupun penjualan yang tidak sesuai ketentuan.

Selain pengawasan, kepolisian juga telah mengeluarkan aturan dan melakukan pembatasan terhadap pembelian BBM oleh para pengecer.

“Kita sudah melakukan upaya-upaya, paling tidak pembatasan kepada para pengecer. Jadi APMS dan pom bensin sedapat mungkin kita batasi. Biar masyarakat tidak mengalami kelangkaan BBM,” jelasnya.

Ia menambahkan, salah satu faktor utama yang memengaruhi ketersediaan BBM di wilayah tersebut adalah kelancaran transportasi laut dari Merauke.

“Yang penting kapal dari sini lancar saja dari Merauke, pasti BBM lancar di sana. Kadang-kadang kapal tidak lancar itu yang menjadi kendala. Kalau kapal lancar, tidak ada kendala lagi di sana,” pungkasnya. (*)

Editor : Agung Trihandono
MAPPI Ceposonline.com BBM