Tega Meninggalkan Anak Sendirian? Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Menyesal 

Agung Trihandono • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 06:16 WIB
Ilustrasi anak yang ditinggalkan bermain sendiri. (ISTIMEWA)
Ilustrasi anak yang ditinggalkan bermain sendiri. (ISTIMEWA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Orang tua, khususnya kaum ibu saat ada keperluan di luar, sering sekali di hadapkan dengan dilema antara membawa anak atau meninggalkan di rumah sendirian.

 

 

Meninggalkan anak tanpa pengawasan tentu sangat berisiko. Apalagi anak belum bisa berpikir dan menyadari satu bahaya 

 

Masalah pengawasan anak ini juga menjadi sorotan menyusul kasus kecelakaan yang menewaskan seorang anak di Kalimantan Timur dan peredaran rekaman video yang memperlihatkan seorang anak menangis karena ditinggal oleh orang tuanya di tenda di lingkungan Gunung Prau di Jawa Tengah.

 

Seperti dilansir Antara, Psikolog klinis anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi menyampaikan pentingnya orang tua mempertimbangkan faktor usia, kematangan, dan kemampuan anak menghadapi situasi darurat serta keamanan lingkungan ketika hendak meninggalkan anak sendirian tanpa pengawasan.

 

Psikolog dari Lembaga Psikologi Universitas Indonesia itu mengatakan bahwa bayi, balita, dan anak usia prasekolah belum siap ditinggal sendiri tanpa pengawasan dari orang dewasa. 

 

Ketika sedang tidur sekalipun, mereka sebaiknya tidak ditinggal sendirian tanpa pengawasan dari orang dewasa.

 

"Anak yang sudah bisa berbicara atau bermain sendiri juga belum tentu mampu mengenali bahaya dan mencari pertolongan," kata Vera.

 

Menurut Vera, orang tua bisa mempertimbangkan untuk meninggalkan anak sendiri di rumah kalau usianya sudah 12 tahun ke atas atau menginjak usia remaja.

 

Kendati demikian, ia mengatakan, orang tua tetap perlu memastikan anak merasa aman dan nyaman ketika berada di rumah sendirian, bisa mengikuti aturan yang diberlakukan, serta tahu cara menghubungi orang tua dan bertindak ketika menghadapi keadaan darurat.

 

"Pertimbangkan juga durasi, kebutuhan khusus, dan keamanan lingkungan. Mulai lah secara bertahap dan singkat," katanya.

 

Psikolog anak dan keluarga Sani Budiantini Hermawan, S.Psi juga menyampaikan perlunya orang tua mempertimbangkan usia anak, lamanya anak akan ditinggal, dan kondisi lingkungan sebelum memutuskan untuk meninggalkan anak sendirian.

 

Direktur Lembaga Psikologi Daya Insani itu mengatakan bahwa anak yang telah memiliki kemampuan memahami situasi, menjaga diri, serta menyelesaikan masalah sederhana dapat mulai diberi kesempatan untuk belajar mandiri kalau lingkungannya dinilai aman.

 

"Kalau anak memang masih belum matang, kognisinya masih bingung, masih bisa berisiko kalau ditinggal sendiri, ya mestinya jangan ditinggal sendiri, kecuali ada pengawasan dari orang dewasa," kata Sani kepada ANTARA.

 

Walaupun anak dinilai sudah mampu memahami situasi dan menjaga diri, orang tua disarankan tidak meninggalkan anak sendirian kalau kondisi lingkungannya dinilai berisiko.​​​​​​​

 

Vera mengingatkan bahwa kemampuan anak untuk tinggal sendiri di rumah yang lingkungannya sudah dikenal tidak otomatis berlaku di tempat lain.

 

"Kesiapan berada sendiri di rumah yang familier tidak otomatis berlaku di hotel atau kawasan pegunungan atau lingkungan asing lainnya," katanya.

 

Orang tua disarankan menyesuaikan tindakan pengawasan dan pendampingan dengan kemampuan anak memahami situasi dan menjaga diri serta tingkat risiko lingkungan sekitarnya.(*)

Editor : AdminDua
orang tua anak-anak