CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA- Ambisi Apple untuk menapakkan kaki di pasar ponsel lipat (foldable phone) tampaknya memasuki babak baru. Perangkat lipat perdana raksasa teknologi asal Cupertino tersebut yang santer dirumorkan bakal mengusung nama iPhone Ultra kini dilaporkan telah memasuki tahap produksi komponen layar.
Sementara kabar terbaru menyebutkan bahwa sang rival abadi, Samsung Display, telah resmi memulai proses manufaktur massal panel OLED lipat pesanan Apple tersebut di fasilitas pabrik mereka yang berlokasi di Vietnam. Langkah ini diambil setelah Samsung berhasil menyentuh tingkat keberhasilan produksi (yield rate) yang memuaskan, yakni mencapai angka 80% pada April lalu.
Dilansir dari GSM Arena, Rabu (24/6/2026), Apple dilaporkan telah mengamankan pesanan awal sebanyak tiga juta unit panel OLED lipat khusus untuk kebutuhan produksi di sepanjang tahun 2026 ini. Di tengah bergulirnya proses produksi, seketika muncul laporan mengenai perubahan strategi yang cukup signifikan dari sisi spesifikasi teknis layar.
Jika pada April lalu Apple sempat diprediksi akan memakai teknologi display stack seri M14 dari Samsung, laporan paling gres justru meralat klaim tersebut. Demi mengejar kualitas premium, Apple memutuskan untuk beralih menggunakan material luminescent yang jauh lebih mutakhir, yakni seri M16.
Penggunaan panel generasi terbaru ini diklaim bakal menghadirkan lompatan performa visual yang masif pada iPhone Ultra.Meskipun kabar mengenai kehadiran iPhone lipat ini sangat dinantikan, para konsumen tampaknya harus bersiap menghadapi label harga yang lebih menguras kantong.
Apple sendiri sebelumnya telah memberikan sinyal bahwa lini produk masa depan mereka berpotensi mengalami lonjakan harga akibat dampak dari krisis pasokan komponen RAM dan memori penyimpanan (storage) dunia yang masih terus berlanjut. Bahkan, lini flagship iPhone 18 Pro yang dijadwalkan meluncur pada paruh kedua tahun ini diprediksi akan menjadi produk terdekat yang bakal terkena imbas penyesuaian harga tersebut. Untuk harganya sendiri belum ada informasi terbaru namun diprediksi pasti merogoh kocek yang sangat dalam. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser