CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA–Kondisi jenazah seorang pria tanpa identitas yang ditemukan di Koya Koso, Distrik Jayapura Selatan, pada Senin (19/10/2026), kian memprihatinkan karena mulai membusuk. Pihak RS Bhayangkara Jayapura berharap Dinas Sosial Kota Jayapura memberi perhatian untuk proses pemakamannya.
"Kondisinya semakin parah, harus segera dimakamkan. Kami harap ada perhatian dari Dinas Sosial atau orang dermawan yang mau membantu proses pemakaman, paling lambat Sabtu (24/10/2026) besok," ungkap Paur Dokpol RS Bhayangkara Jayapura, Ari Susanto, kepada Ceposonline.com, Jumat (23/10/2026).
Hingga kini keluarga korban belum juga diketahui. Penyidik Polsek Jayapura Selatan telah berupaya mencari keberadaan keluarga, namun belum membuahkan hasil. Korban diketahui berasal dari ras Papua. Ia ditemukan meninggal dunia oleh warga, yang kemudian melaporkannya ke pihak rumah sakit. "Dengan kondisi jenazah seperti ini, tidak bisa lama-lama lagi, harus segera dikubur," ujar Ari.
Pihak rumah sakit telah berkoordinasi dengan penggali kubur di Pekuburan Buper, yang menyatakan siap membantu proses pemakaman. "Kalau ada yang bisa bantu, siapkan peti saja, nanti bersama-sama kami untuk proses pemakamannya," katanya.
Ari menambahkan, saat ditemukan kondisi jenazah masih segar dan belum menunjukkan tanda pembusukan. Petugas tidak menemukan kartu identitas atau barang lain yang dapat mengungkap jati diri korban.
Namun, petugas menemukan sejumlah tanda khusus pada tubuh korban, yakni tato di lengan kanan yang gambarnya tidak terlalu jelas, serta pembengkakan di area selangkangan yang diduga akibat penyakit hernia yang pernah diderita korban.
"Itu tanda-tanda khusus, mudah-mudahan ada keluarga yang mengenali sehingga memudahkan proses identifikasi," ujarnya.
Pihak rumah sakit mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera menghubungi RS Bhayangkara Jayapura atau kantor polisi terdekat.
"Bagi keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga, mohon datang ke RS Bhayangkara Jayapura untuk mengecek," imbuhnya. (*)