CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA–Warga Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria di dalam sebuah kontainer berwarna kuning di Jalan Belakang Pangkalan Ojek AL, tepatnya di samping Toko Sahid, Rabu (21/10/2026).
Korban diketahui bernama Haris Rawar (58). Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang di dalam kontainer. Penemuan tersebut dibenarkan Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota AKP Alamsyah Ali.
Alamsyah menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, korban sempat menegur saksi pada Rabu pagi di depan Toko Sahid. Setelah itu, korban terlihat berkeliling di sekitar Jalan Belakang Pangkalan Ojek AL.
Sekitar pukul 13.10 WIT, saksi mendapat informasi dari seorang warga yang melintas bahwa terdapat seorang pria yang telah meninggal dunia di dalam boks kontainer.
"Saksi kemudian menyampaikan informasi tersebut kepada warga di pangkalan ojek. Mereka bersama-sama mengecek kondisi korban dan memastikan bahwa korban telah meninggal dunia," jelas Alamsyah.
Setelah memastikan kondisi korban, warga menghubungi Call Center Polsek Jayapura Selatan. Laporan tersebut diterima anggota SPKT Polsek Jayapura Selatan, yang kemudian berkoordinasi dengan SPKT Polresta Jayapura Kota untuk penanganan tempat kejadian perkara (TKP).
Anggota piket fungsi Polsek Jayapura Selatan selanjutnya mendatangi lokasi dan mengamankan TKP. Tak lama berselang, anggota piket fungsi Polresta Jayapura Kota bersama Tim Inafis Satreskrim Polresta Jayapura Kota tiba untuk melakukan pengamanan dan olah TKP.
Dari hasil pemeriksaan awal terhadap tubuh korban, ditemukan bekas luka pada kaki kiri dan bagian pinggang. Namun, tanda-tanda luka tersebut disebut tidak mengarah pada dugaan akibat kekerasan.
Sementara itu, berdasarkan keterangan warga setempat, korban semasa hidup diketahui mengalami gangguan kesehatan mental.
Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara TK II Polda Papua untuk disemayamkan. Namun, pemeriksaan medis berupa visum luar maupun autopsi belum dilakukan karena masih menunggu persetujuan pihak keluarga.
"Kami masih menunggu persetujuan keluarga untuk menentukan langkah pemeriksaan medis lebih lanjut terhadap jenazah korban," pungkasnya (*)
Editor : Lucky Ireeuw