Asap, Kabut, Kabut Asap Berbeda! Ini yang Paling Berbahaya Bagi Kesehatan

Agung Trihandono • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:52 WIB
Kabut asap yang menyelimuti langit Kota Jayapura dilihat dari ketinggian Jayapura City, Rabu (14/10).
(Ceposonline.com/ELFIRA)
Kabut asap yang menyelimuti langit Kota Jayapura dilihat dari ketinggian Jayapura City, Rabu (14/10). (Ceposonline.com/ELFIRA) 

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Wilayah Kota Jayapura dan sekitarnya belakangan ini diselimuti kabut dan asap. 

Sebelumnya sempat terjadi perbedaan pendapat bahwa yang menyelimuti langit di Kota Jayapura adalah kabut karena kelembaban yang tinggi. 

Namun belakangan diklarifikasi bahwa awan tipis di langit Jayapura tersebut ternyata asap kiriman dari luar Jayapura.

Ternyata memang ada perbedaan jelas, antara asap sisa pembakaran, kabut dan kabut asap.  

Selain  asap dan kabut, ternyata ada yang disebut Kabut Asap atau Smog, gabungan dari Smoke (asap) dan Fog (kabut).


Seperti dilansir roesminnurjadin.tni-au.mil.id,  Smog merupakan fenomena gabungan antara kabut (tetesan uap air) dengan partikel polutan/asap hasil pembakaran (seperti dari kebakaran hutan atau emisi kendaraan/pabrik) yang tercampur di udara dalam rentang waktu tertentu. 

Kondisi ini sering kali tebal, membuat jarak pandang drop drastis, serta berbahaya bagi kesehatan pernapasan.

Menurut Ilmu Meteorologi, Kabut dan asap adalah dua fenomena yang berbeda. 
Kabut terbentuk karena adanya proses kondensasi uap air di dekat permukaan tanah atau di dekat air yang dingin hingga ketinggian 500 meter.

Kabut dapat terbentuk pada ketinggian yang rendah karena menyentuh permukaan bumi.

Kabut biasanya terbentuk pada pagi hari atau malam hari ketika suhu udara rendah dan kelembapan tinggi.

Kabut berwarna putih seperti awan atau abu-abu terang, bertekstur lembut, tidak berbau, dan umumnya cepat hilang saat terkena sinar matahari dan suhu udara naik.

Sementara itu, asap  terbentuk dari pembakaran. Asap mengandung partikel-partikel kecil seperti karbon, nitrogen, dan sulfur yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Asap biasanya berwarna abu-abu atau hitam dan memiliki tekstur yang kasar. asap dapat terbentuk kapan saja ketika ada pembakaran.

Dari ciri keduanya ini, sudah bisa dipastikan bahwa awan tipis yang menyelimuti kota Jayapura ini adalah asap. Sebab, meski sudah siang hari dan cuaca panas masih terlihat jelas bahkan sampai berhari-hari. Jika itu kabut, dipastikan sudah menghilang saat suhu meningkat menjelang siang hari. 

Selain  asap dan kabut, ternyata ada yang disebut kabut asap.  Dalam meteorologi fenomena ini disebut sebagai SMOG yang merupakan singkatan dari smoke (asap) dan fog (kabut). 

Semoga merupakan fenomena gabungan antara kabut (tetesan uap air) dengan partikel polutan/asap hasil pembakaran (seperti dari kebakaran hutan atau emisi kendaraan/pabrik) yang tercampur di udara dalam rentang waktu tertentu.

Kondisi ini sering kali tebal, membuat jarak pandang drop drastis, serta berbahaya bagi kesehatan pernapasan. 

Pada perkembangannya SMOG tidak hanya merujuk pada udara kabur yang terbentuk dari asap dan kabut. SMOG juga menjelaskan fenomena udara kabur karena proses fotokimia saat senyawa organik dan nitrogen oksida bereaksi secara kimiawi dengan sinar matahari untuk menghasilkan ozon.


Kabut asap (smog) berdampak buruk bagi kesehatan, karena kabut asap tersusun oleh partikel-partikel dan gas-gas yang sangat kecil. 

Maka partikel-partikel tersebut dapat menembus jauh ke dalam tubuh kita, khususnya ke paru-paru yang tentunya akan menganggu sistem pernafasan. 

Kabut asap juga akan dapat menyebabkan iritasi pada mata dan juga kerusakan pada tanaman yang ada akhirnya menurunkan produksi pertanian. (*)

Editor : Agung Trihandono
asap kabut kabut asap Ceposonline.com Jayapura