
Langkah mitigasi ini diwujudkan oleh BWS melalui rencana pengerukan dan normalisasi sedimen pada dua alur sungai utama yang dinilai rawan meluap saat hujan deras, yakni Kali Acay dan Kali Siborgonyi.
Kepala Balai Wilayah Sungai Papua, Dave Muchaimin, menyampaikan bahwa pihak BWS Papua siap bergerak cepat dan langsung mengintervensi alur sungai tersebut menggunakan alat berat begitu situasi teknis maupun kondisi keamanan di lapangan telah dipastikan aman.
"BWS Papua akan segera melakukan pengerukan Kali Acay dan Kali Sborhonyi secepatnya bila situasi di lapangan sudah dianggap kondusif," ujar Dave Muchaimin kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan tertulisnya, kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (20/10/2026).
Terkait estimasi jadwal pengerjaan fisik di lapangan, Dave menjelaskan bahwa penerjunan tim teknis beserta armada alat berat dijadwalkan akan mulai dilaksanakan awal pekan mendatang Senin atau Selasa, (12 atau 13 Oktober 2026).
"Mungkin sekitar hari Senin atau Selasa nanti alat berat mulai diturunkan ke lokasi," jelasnya.
Lebih lanjut, pihak BWS Papua menekankan bahwa pengerukan sedimen dan pembenahan fisik alur sungai tidak akan memberikan dampak optimal tanpa adanya dukungan serta kesadaran aktif dari masyarakat sekitar.
Menurutnya, tumpukan sampah domestik yang dibuang sembarangan ke dalam aliran air masih menjadi salah satu faktor utama pemicu pendangkalan dan penyumbatan yang memperparah risiko banjir.
Oleh karena itu, Dave mengimbau secara tegas kepada seluruh warga, khususnya masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai di wilayah Abepura, untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.
"Kami juga mengimbau agar masyarakat lebih tertib untuk tidak buang sampah ke sungai," pungkas Dave. (*)
Editor : Weny Firmansyah