Hujan Deras Jumat Pagi, Kota Jayapura Dikepung Banjir 

Jimianus Karlodi • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 09:11 WIB
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Jayapura sejak Jumat (9/10/2026) pagi menyebabkan banjir.
beberapa pengendara sepeda motor harus menerjang genangan air dengan mengenakan jas hujan. (CEPOSONLINE.COM/FAISAL)
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Jayapura sejak Jumat (9/10/2026) pagi menyebabkan banjir. beberapa pengendara sepeda motor harus menerjang genangan air dengan mengenakan jas hujan. (CEPOSONLINE.COM/FAISAL)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Kota Jayapura kembali dilanda cuaca ekstrem setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat (9/20/2026) pagi. 


Curah hujan yang begitu lebat memicu banjir luas, tanah longsor, hingga insiden pohon tumbang di berbagai pelosok kota. 


Dampaknya terasa sangat signifikan terhadap mobilitas dan kehidupan sehari-hari masyarakat, di mana aktivitas perkantoran, proses belajar mengajar di sekolah, hingga perputaran roda perekonomian warga terhenti dan terhambat secara mendadak.

 

Berdasarkan  pantauan yang dihimpun Ceposonline.com,  sejumlah kawasan di beberapa distrik mengalami kondisi terdampak yang cukup parah. 


Di Distrik Jayapura Selatan, genangan air merendam beberapa titik vital, mulai dari ruas jalan di depan Polsek Jayapura Selatan, kawasan militer Lantamal X Jayapura Hamadi, kompleks persekolahan SMA Negeri 4, serta beberapa area pemukiman warga sekitarnya.


Situasi tak kalah memprihatinkan terjadi di wilayah Distrik Abepura. Genangan air setinggi lutut hingga paha orang dewasa memutus jalur transportasi di persimpangan lampu merah Kotaraja Otonom, jalan utama Abepura tepat di depan Pengadilan Negeri Jayapura, kawasan Tanah Hitam, Pasar Otonom, area Papua Youth Creative Hub, hingga pusat niaga Pasar Induk Youtefa.


Banjir di wilayah ini dipicu oleh luapan air Kali Acay dan Kali Sborhonyi  yang tak lagi mampu menampung debit air hujan yang datang begitu cepat, sehingga luapannya meluas hingga melintasi kompleks Pelantar Kali Acay dan merendam sebagian besar kawasan pemukiman serta fasilitas publik di Distrik Abepura.


Sementara itu di Distrik Heram, kompleks perumahan dan permukiman Organda yang selama ini menjadi langganan banjir kembali terendam luapan air.

 

 Kondisi ini membuat warga yang bermukim di dalam kompleks tersebut benar-benar terisolasi karena seluruh akses jalan keluar utama maupun jalur alternatif tergenang air cukup dalam dan tidak dapat dilintasi oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.


Menanggapi cuaca ekstrem yang melanda Jayapura, Ketua Tim Meteorologi Publik BMKG, Finnyalia Napitupulu, memberikan penjelasan singkat mengenai perkiraan durasi cuaca buruk ini.

 

 Ia menyampaikan bahwa intensitas hujan lebat diprediksikan akan mulai meluruh dan mereda pada pukul 11.00 WIT.


"Diperkirakan meluruh jam 11.00 WIT," singkatnya.


Meski hujan diperkirakan segera mereda, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika tetap mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kota Jayapura untuk terus meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap potensi bencana hidrometeorologi susulan. 


"Warga yang bertempat tinggal di daerah rawan, seperti kawasan lereng perbukitan yang rawan longsor serta bantaran sungai yang rentan diterjang banjir bandang, diminta untuk senantiasa bersiap merespons kemungkinan terburuk," himbau Finnyalia.


Masyarakat juga diingatkan untuk berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama dengan menghindari lokasi di sekitar pohon besar, papan reklame, atau bangunan tua yang rawan tumbang akibat tiupan angin kencang dan struktur tanah yang melunak. 


Tak sampai disitu BMKG juga meningkatkan bagi para pengguna jalan, sangat disarankan untuk memantau ketinggian genangan sebelum melintas serta tidak memaksakan diri menembus jalanan yang terendam arus deras.


Jika debit air di permukiman mulai naik dengan cepat, warga diimbau segera melakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang lebih tinggi dan aman. (*)

Editor : Weny Firmansyah
Banjir kota jayapura