Jayapura Langganan Banjir, Ini Tips Bagi Pemotor yang Nekad Menerjang Banjir 

Agung Trihandono • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 06:43 WIB
Salah satu warga mendorong motor di tengah genangan banjir jalan poros perumahan Organda Padang Bulan, Distrik Heram, Kota Jayapura. (CEPOSONLINE.COM/AGUNG)
Salah satu warga mendorong motor di tengah genangan banjir jalan poros perumahan Organda Padang Bulan, Distrik Heram, Kota Jayapura. (CEPOSONLINE.COM/AGUNG)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Sejumlah kawasan di Kota Jayapura menjadi daerah rawan banjir. Setiap kali hujan deras, banjir selalu menggenang.

 

Kondisi ini tentu sangat mengganggu warga yang hendak beraktifitas, terutama pada jam sibuk, baik untuk berangkat kerja atau ke sekolah.

 

Meski banjir, namun sejumlah warga seringkali nekad menerjang banjir dan hujan deras. Tanpa pemahaman yang baik tentang motor, justru mereka bis ketimpal sial, baik jatuh karena jalan licin atau motor malah mogok 

 

Oleh karena itu Pemotor harus paham saat menghadapi kondisi seperti ini.

 

Dikutip dari www.hondacengkareng.com, berikut adalah panduan praktis dan tips aman dalam menghadapi serta merawat motor saat dan setelah terkena banjir:

 

Saat Hendak Menerobos Banjir

 

• Perhatikan Ketinggian Air:

 Batas aman maksimal ketinggian air untuk motor (terutama matic) adalah sebatas dek kaki atau tidak melebihi kotak filter udara dan as roda.

 

 Jika air sudah menyentuh footstep atau lebih tinggi, sebaiknya urungkan niat dan cari jalan lain.

 

 

• Jaga Putaran Gas: Jika terpaksa melewati genangan yang dangkal, tahan gas dengan stabil dan jangan menutupnya secara mendadak agar air tidak masuk ke dalam lubang knalpot.

 

• Dorong Motor Jika Dalam: 

 

Apabila genangan air terlihat cukup tinggi, matikan mesin dan dorong motor secara manual untuk menghindari air terhisap ke ruang bakar melalui filter udara.

 

 

Penanganan Pertama Setelah Motor Terendam Banjir

 

• Jangan Nyalakan Mesin:

 

 Tindakan paling utama adalah membiarkan mesin tetap mati demi mencegah risiko water hammer (piston atau stang seher bengkok akibat air di ruang bakar).

 

• Lepas dan Cek Busi:

 

 Lepaskan busi, lalu keringkan area kepala busi dan lubang pembakaran dengan starter manual (celah kick starter) agar sisa air terdorong keluar.

 

• Periksa Filter Udara: Buka kotak filter udara. Jika basah atau kotor, segera jemur atau ganti dengan yang baru agar pasokan udara bersih kembali.

 

• Cek Oli Mesin dan Gardan:

 Periksa warna oli; jika berubah menjadi putih susu atau kecokelatan, artinya oli sudah tercampur air dan wajib segera dikuras serta diganti baru.

 

• Keringkan Kelistrikan:

 Periksa aki, soket kabel, serta komponen ECU dari sisa-sisa air untuk menghindari korsleting listrik.

 

• Bawa ke Bengkel Resmi: 

Jika Anda merasa ragu atau motor mengalami kendala serius setelah penanganan awal, segera kunjungi bengkel resmi terdekat untuk pemeriksaan menyeluruh.(*)

Editor : Agung Trihandono
Banjir kota jayapura