Pasar Youtefa Banjir Lagi, Pedagang Minta Kali Dikeruk

Elfira Halifa • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 14:49 WIB
Kondisi jalan di belakang Pasar Youtefa, Kota Jayapura, yang terendam banjir setelah hujan mengguyur sejak pagi, Sabtu (3/10/2026).(CEPOSONLINE.COM/ELFIRA)
Kondisi jalan di belakang Pasar Youtefa, Kota Jayapura, yang terendam banjir setelah hujan mengguyur sejak pagi, Sabtu (3/10/2026).(CEPOSONLINE.COM/ELFIRA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Hujan kembali membuat pedagang dan masyarakat di belakang Pasar Youtefa, Kota Jayapura, Papua, harus waspada.

 

Dalam seminggu terakhir, kawasan tersebut sudah tiga kali terendam banjir, bahkan hujan dengan intensitas tidak terlalu deras disebut cukup membuat air cepat naik.

 

Kondisi itu kembali terjadi Sabtu (3/10/2026). Hujan yang mengguyur Jayapura sejak pagi menyebabkan air menggenangi jalan di belakang Pasar Youtefa. Akibatnya, aktivitas pedagang dan pengunjung terganggu dan sebagian harus menggunakan akses di bagian depan pasar.

 

Salah satu pedagang sembako, Supriadi, mengatakan banjir kini menjadi persoalan yang berulang setiap kali hujan turun.

 

Ia bahkan harus meningkatkan kewaspadaan ketika hujan terjadi pada malam hari karena khawatir air masuk ke rumah maupun merendam barang dagangan.

 

“Dalam seminggu sudah tiga kali naik air. Setiap kali hujan turun, semua terendam. Jadi kalau hujan kami harus waspada,” kata Supriadi kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di lokasi, Sabtu (3/10).

 

Supriadi yang sudah sekitar tiga tahun berjualan di kawasan tersebut mengaku baru belakangan ini banjir terjadi dengan cepat. Kondisi tersebut berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

 

“Dulu tidak begini. Sekarang hujan sedikit, banjir. Hujan sedikit, air langsung naik,” ujarnya.

 

Ia menduga kondisi kali di belakang Pasar Youtefa yang semakin dangkal menjadi salah satu penyebab air cepat meluap. Karena itu, ia berharap pemerintah segera melakukan pengerukan lumpur dan memperbaiki aliran kali tersebut.

 

“Harapannya ada perbaikan secepatnya. Kali di belakang Pasar Youtefa perlu dikeruk lumpurnya supaya kalau banjir airnya tidak terlalu naik. Sekarang sudah dangkal sekali,” katanya.

 

Namun, Supriadi juga mengakui persoalan banjir tidak hanya berkaitan dengan kondisi kali. Kebiasaan sebagian masyarakat membuang sampah sembarangan, termasuk ke aliran kali, dinilai turut membuat aliran air tersumbat dan tidak lancar.

 

Ia berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah ke kali, terutama saat hujan turun.

 

“Perlu kesadaran masyarakat. Kalau hujan, mereka juga kerap memanfaatkan situasi untuk membuang sampah. Harapannya masyarakat tidak membuang sampah, karena saat banjir kami yang setengah mati,” tutupnya.(*)

Editor : Agung Trihandono
Banjir pasar youtefa kota jayapura