CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Situasi keamanan di sekitar Kampus USTJ, Rabu (30/9/2026) kemarin memang tak nyaman.
Suara tembakan, batu - batu yang berterbangan serta suara ketakutan yang didominasi mahasiswi terdengar jelas.
Ini tak lepas dari upaya penegakan hukum yang dilakukan aparat kepolisian buntut dari aksi pengibaran bintang Kejora di lapangan kampus.
Bahkan api juga sempat dihidupkan sehingga mematikan dua ruas jalan utama Sentani - Abepura. Untungnya situasi ini tak berlangsung lama dan reda setelah dilakukan komunikasi tanpa tembakan gas air mata.
Hanya saja di tengah ketegangan itu ada juga warga yang terjebak. Satu yang terlihat adalah seorang lansia persis di depan pintu gerbang USTJ.
Namun yang menarik adalah di tengah lelah, seorang anggota polisi mendatangi wanita ini sambil membawakan nasi kotak serta air minum.
"Tadi mama (wanita lansia) kelihatan bingung saat terjadi kejar kejaran dan dia langsung terduduk," kata seorang anggota Polisi yang diketahui bernama Bripda Robert Awek.
Belakangan diketahui polisi tersebut adalah ajudan Kapolresta. "Bapa (Kapolresta) sering menitipkan pesan kepada kami untuk mengedepankan nilai nilai kemanusiaan. Itu yang utama selain kepentingan umum, " kata Robert.
Kapolresta, Kombes Pol Fredrick Maclarimboen sendiri sempat terlihat mengisi air minum di noken yang dibawa wanita tersebut sebelum melakukan wawancara dengan media.
Kapolres juga beberapa kali tertangkap kamera duduk di atas trotoar sambil mengamati situasi. Ini tidak diketahui personelnya sehingga banyak anggota polisi yang lewat tanpa menunduk atau memberi hormat.
Namun setelah diberitahu barulah anggota anggota tersebut terlihat kaget dan salah tingkah. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser