Sinergi Industri dan Akademisi, TSE Group Gandeng Uncen

Jimianus Karlodi • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 15:52 WIB
TSE Group dan Uncen saat melakukan penandatanganan MOU kemitraan strategis berjangka panjang, di Swiss Bell Hotel Kota Jayapura, Rabu (30/9/2029).
 TSE Group dan Uncen saat melakukan penandatanganan MOU kemitraan strategis berjangka panjang, di Swiss Bell Hotel Kota Jayapura, Rabu (30/9/2029).

CEPOSONLINE.COM, ​JAYAPURA - PT Tunas Sawa Erma (TSE) Group dan Universitas Cenderawasih (Uncen) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai langkah awal kemitraan strategis berjangka panjang, di Swiss Bell Hotel Kota Jayapura, Rabu (30/9/2029).

Kolaborasi ini dirancang untuk menyatukan kekuatan akademik kampus dengan pengalaman praktis dunia industri dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia (SDM) serta kajian sosial-budaya di Tanah Papua.

​Penandatanganan kerja sama ini menjadi landasan penting bagi kedua pihak untuk mengintegrasikan riset lapangan, pemetaan adat, dan program pengembangan mahasiswa, khususnya di wilayah operasional TSE Group yang mencakup Kabupaten Boven Digoel dan Merauke, Papua Selatan.
​
​Direktur TSE Group, Wicklief F. Leunufna, menegaskan bahwa pengalaman mengelola perkebunan kelapa sawit selama lebih dari tiga dekade di Papua memberikan pelajaran berharga mengenai pentingnya pendekatan sosial-budaya. Bagi perusahaan, keberhasilan operasional tidak dapat dilepaskan dari hubungan yang harmonis dengan masyarakat adat pemilik hak ulayat.

​"Kami menyadari bahwa kerja teknis di lapangan saja tidak cukup. Memahami budaya, adat istiadat, serta dinamika kehidupan sosial masyarakat setempat merupakan kunci utama. Tidak ada institusi yang dapat berdiri sendiri tetapi ada relasi interdependensi antara dunia usaha, pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan," ujar Wicklief.

​Ia menambahkan bahwa Uncen dipilih sebagai mitra strategis karena reputasi dan rekam jejak panjangnya dalam mencetak SDM unggul di Papua. Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada ranah formalitas, melainkan diwujudkan melalui implementasi program konkret.

Adapun ​beberapa ruang lingkup kerja sama yang ditargetkan meliputi: ​Riset Sosial dan Budaya. Dimana TSE dan Uncen akan melakukan penelitian bersama untuk memetakan serta memahami struktur sosial dan wilayah adat secara ilmiah. Kemudian, ​Pengembangan SDM dan Pertukaran Pengetahuan. Ini dilakukan untuk transfer pengetahuan antara praktisi industri dan akademisi kampus. Serta kerjasama dalam, ​Program Pemagangan Mahasiswa. Pada kesempatan ini TSE menyediaan ruang praktik langsung bagi mahasiswa Uncen di lingkungan operasional perusahaan.

​Wicklief juga menyoroti besarnya dampak sosial-ekonomi keberadaan TSE Group di kawasan selatan Papua. Saat ini perusahaan mempekerjakan sekitar 12.000 karyawan. Jika dihitung bersama keluarga yang menetap di sekitar Asiki dan sekitarnya, ekosistem tersebut menampung sekitar 36.000 jiwa atau mewakili hampir separuh dari total populasi Kabupaten Boven Digoel.

​"Perguruan tinggi memiliki ilmu pengetahuan, metodologi kajian, dan data konseptual. Di sisi lain, kami memiliki pengalaman empiris selama 30 tahun di lapangan. Ketika keduanya dipadukan, akan lahir solusi-solusi nyata yang berdampak langsung bagi pembangunan masyarakat Papua," tegasnya.
​
Pada kesempatan yang sama, Rektor Uncen melalui ​Wakil Rektor IV, Dr. Basir Rohrohmana, S.H., M.Hum., mengapresiasi kepercayan yang diberikan TSE Group kepada Uncen. Ia menjelaskan bahwa nota kesepahaman ini nantinya akan ditindaklanjuti secara rinci melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Uncen.

​Penunjukan FISIP Uncen didasarkan pada ketersediaan kepakaran akademis di bidang antropologi, sosiologi, dan tata kelola masyarakat adat yang relevan dengan kebutuhan lapangan.

​"Pengenalan yang mendalam terhadap budaya dan struktur sosial masyarakat adat adalah hal mutlak bagi setiap investasi yang beroperasi di wilayah Papua. Kerja sama ini memastikan bahwa operasi industri dapat berjalan seiring dengan penghormatan terhadap nilai-nilai lokal," ungkap Basir.

​Basir menilai kemitraan ini membentuk hubungan ketergantungan yang saling menguntungkan (symbiosis mutualism). Mahasiswa dan peneliti Uncen mendapatkan akses ke realitas empiris industri untuk kebutuhan penelitian maupun magang, sementara pihak perusahaan memperoleh masukan akademis yang komprehensif dan objektif untuk menyempurnakan program kemasyarakatannya.

​"Dunia kampus menguasai pendekatan teoritis dan konseptual-normatif, sedangkan dunia usaha memegang pengalaman empiris di lapangan. Saling belajar dan melengkapi inilah yang menjadi inti dari kerja sama ini," tutupnya.

​Penandatanganan kerja sama ini dihadiri oleh jajaran pimpinan civitas akademika Universitas Cenderawasih, termasuk Dekan FISIP, Wakil Dekan, serta Ketua Program Studi di lingkungan Uncen. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
uncen papua sinergi industri Ceposonline.com TSE Group