CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA–Situasi di Pelabuhan Jayapura, Selasa (15/9/2026) malam, sempat diwarnai kericuhan. Keributan terjadi saat keluarga penumpang mendatangi kawasan pelabuhan setelah menerima informasi yang keliru terkait kondisi tiga penumpang KM Gunung Dempo.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Jayapura AKP Abdul Kadir menjelaskan, kericuhan tersebut bermula dari persoalan antara tiga penumpang KM Gunung Dempo dengan security kapal.
Saat kapal dalam perjalanan menuju Jayapura, tiga penumpang diketahui merokok di dalam kapal, tepatnya di dek II. Security kapal kemudian menegur ketiganya dan meminta agar aktivitas merokok dilakukan di tempat yang telah ditentukan, seperti di dek VII.
Namun, teguran tersebut tidak diterima oleh ketiga penumpang tersebut. Mereka kemudian terlibat cekcok hingga terjadi pemukulan terhadap security kapal.
"Jadi security kapal ini meminta tiga orang penumpang agar kalau merokok itu di dek VII atau tempat yang sudah ditentukan. Tapi penumpang ini tidak terima karena ditegur, lalu mereka memukul security Akhirnya security yang lainnya turun dan memberikan teguran. Tapi tidak sampai meninggal," jelas Abdul saat dikonfirmasi, Rabu (16/9/2026).
Abdul menyebut, setelah kejadian tersebut, muncul informasi yang diduga disampaikan oleh ketiga penumpang kepada keluarganya di Jayapura bahwa ada penumpang yang meninggal dunia akibat dipukul security kapal. Padahal, menurut Abdul, ketiga penumpang tersebut dalam kondisi baik dan tidak meninggal dunia.
"Atas informasi itulah, keluarga di Jayapura sekitar puluhan orang datang ke pelabuhan dengan membawa kayu. Mereka hendak menyerang security KM Gunung Dempo karena kapal dijadwalkan sandar sekitar pukul 22.00 WIT," katanya.
Sesampainya di pelabuhan, sejumlah keluarga penumpang tersebut memaksakan diri masuk ke area pelabuhan dengan cara melompati pagar.
Kondisi tersebut kemudian membuat tenaga kerja bongkar muat (TKBM) yang berada di kawasan pelabuhan merasa resah. Situasi semakin memanas hingga terjadi aksi saling serang antara massa dengan TKBM.
"Beruntung Kapolres Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen turun bersama puluhan personel langsung ke TKP. Sehingga situasi tidak berlangsung lama," ungkapnya.
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, polisi sempat mengamankan sejumlah massa ke Mapolresta Jayapura Kota.
Massa tersebut diamankan untuk menghindari kemungkinan menjadi sasaran amuk massa lainnya. Setelah situasi kembali kondusif, mereka kemudian dipulangkan.
Kericuhan tersebut juga berdampak terhadap jadwal sandar KM Gunung Dempo. Kapal yang membawa ribuan penumpang tersebut akhirnya menunda proses sandar hingga Rabu (16/9/2026) pagi.
"Karena situasi tadi malam tidak memungkinkan, kami meminta jadwal sandarnya ditunda pagi ini. Semuanya akhirnya aman dan berjalan kondusif," ujarnya.
Sementara itu, tiga penumpang yang sebelumnya terlibat keributan di atas kapal telah diturunkan menggunakan speedboat pada Selasa malam untuk menghindari kemungkinan menjadi sasaran amukan massa.
Menurut Abdul, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pengamanan karena polisi khawatir ketiga penumpang tersebut akan menjadi sasaran apabila turun bersama penumpang lainnya di Pelabuhan Jayapura.
"Karena kalau mereka ini turun di pelabuhan, kami takut terjadi hal yang tidak diinginkan. Sehingga tadi malam, karena terjadi keributan di pelabuhan, kapal akhirnya kembali ke tengah dan baru sandar tadi pagi di Pelabuhan Jayapura," jelasnya.
Abdul menambahkan, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi aparat keamanan untuk meningkatkan pengamanan di kawasan Pelabuhan Jayapura, khususnya saat kedatangan kapal penumpang.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dipastikan kebenarannya dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
"Jangan sampai seperti tadi malam, gara-gara salah memberikan informasi sehingga situasi menjadi tidak kondusif. Kalau ada informasi, sebaiknya disampaikan kepada aparat untuk ditelusuri kebenarannya," pungkasnya. (*)