CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua menduga pelemparan bom molotov ke Kantor Komnas HAM Papua, Rabu (9/9/2026), berkaitan dengan pihak-pihak yang merasa terganggu dengan kerja-kerja kemanusiaan lembaga tersebut.
Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, bahkan menduga kemungkinan adanya keterlibatan aparat dalam aksi tersebut.
“Dari tipologi kejadian, pelakunya adalah orang-orang yang merasa terganggu dengan kerja-kerja kemanusiaan yang dilakukan oleh Komnas HAM,” ucap Frits Ramandey kepada Cenderawasih Pos.
Frits mengatakan, Komnas HAM memahami masih ada pihak yang tidak memahami bahwa kerja lembaga tersebut dilakukan untuk kepentingan kemanusiaan serta penghormatan terhadap bangsa Indonesia. “Kami pahami orang-orang itu, mereka tidak memahami bahwa untuk kepentingan kemanusiaan kita bekerja untuk penghormatan bangsa ini,” ujarnya.
Menurut Frits, apabila dugaan tersebut mengarah kepada aparat negara, hal itu sangat disayangkan. Begitu pula apabila terdapat aktor intelektual yang berada di balik aksi tersebut. “ Jika ini aktornya adalah aparat negara maka ini sangat disayangkan, kalaupun dia aktor intelektual itu juga sangat disayangkan,” tegasnya.
Frits menilai, pelemparan bom molotov tersebut bukan merupakan kali pertama Komnas HAM Papua menerima ancaman maupun gangguan.
Ia menyebut sebelumnya telah terjadi sejumlah aksi yang menurutnya merupakan pesan atau bentuk tekanan terhadap Kantor Komnas HAM Papua.
“Ini pesan yang kesekian kali untuk Kantor Komnas HAM Papua. Dulu serangannya ada foto-foto yang ditempel di Kantor Komnas HAM, lalu foto saya ditaruh dengan jenazah, pelemparan Kantor Komnas HAM, pengerusakan hingga saat ini ada bom molotov lagi,” ungkapnya.
Sebelumnya, Frits mengatakan pelemparan bom molotov terjadi sekira pukul 10:10 WIT. Seorang pelaku diduga melemparkan botol berisi bahan bakar ke arah kantor sebelum melarikan diri. (*)
Editor : Lucky Ireeuw