CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA — Kepala SMA Negeri 4 Jayapura, Widya Kusmayanti, menyampaikan bahwa sebanyak 10 siswa yang terlibat persoalan dugaan asusila yang terjadi beberapa waktu lalu telah dikeluarkan dari sekolah. Widya mengatakan, keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah tegas sekolah dalam menangani persoalan yang melibatkan sejumlah siswa.
Sebelumnya kasus ini sempat ramai di ruang media sosial. Tak sedikit yang bertanya tentang perkembangan dugaan asusila ini dan mendesak para pelaku untuk dikerluarkan. Para netizen menyinggung soal pendidikan karakter serta ahlak dan budi pekerja bagi para siswa di tengah sekolah yang berstatus unggulan.
Bahkan Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru turun tangan langsung memediasi persoalan tersebut. Widya mengatakan, sekolah terus melakukan langkah-langkah pembinaan kepada siswa, terutama melalui sosialisasi dan pengarahan secara langsung di lingkungan sekolah.
Ia berharap seluruh siswa dapat memahami bahwa lingkungan sekolah merupakan tempat untuk belajar dan mengembangkan diri. Karena itu, setiap siswa diharapkan mampu menjaga nama baik sekolah serta menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman.
Sementara pasca dikeluarkan, Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Papua menyatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memastikan para siswa tersebut tetap memperoleh hak pendidikan.
“Terkait 10 anak yang dikeluarkan dari SMAN 4 Jayapura, kami mengonfirmasi itu dari pihak sekolah,” tegas Kepala Keasistenan Bidang Pemeriksaan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Papua, Melania Kirihio, Senin (7/9).
Melania menegaskan, meskipun para siswa tersebut berada dalam posisi melakukan kesalahan, hak mereka untuk memperoleh pendidikan tetap harus diperhatikan. “Anak-anak ini, apa pun yang terjadi, mereka punya hak untuk bersekolah,” imbuhnya. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser