CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Pelayanan kesehatan terus diberikan bagi warga terdampak kebakaran yang mengungsi di sejumlah titik di kawasan Mandala, Distrik Jayapura Utara.
Melalui pos kesehatan yang disiapkan di lokasi pengungsian, hingga hari kedua pelayanan tercatat sebanyak 55 warga telah mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, drg. Juliana Napitupulu menjelaskan bahwa Pos kesehatan yang disiapkan Pemerintah Kota Jayapura terus memberikan pelayanan kepada warga terdampak kebakaran yang mengungsi di sejumlah titik.
Dalam laporan penanganan kesehatan di lokasi pengungsian, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura menyebutkan, dari 55 pasien yang dilayani, terdapat berbagai kelompok usia.
"Sebanyak tiga orang merupakan anak usia 5 tahun, 1 orang berusia 6-12 tahun, 49 orang berada pada usia produktif 18–49 tahun, serta 2 orang berusia 60 tahun ke atas," ujar drg. Juliana Napitupulu di lokasi pengungsian.
Selain itu, petugas kesehatan juga memberikan pelayanan kepada tiga ibu hamil, dengan usia kehamilan masing-masing 36 minggu, 20 minggu dan 15 minggu.
Untuk jenis penyakit yang paling banyak ditemukan pada hari kedua, hipertensi menjadi keluhan terbanyak. Selanjutnya terdapat nyeri otot (myalgia), migrain atau sakit kepala, flu, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta penyakit kulit.
“Kasus yang paling banyak di hari kedua adalah hipertensi, kemudian nyeri otot atau myalgia, migrain, sakit kepala, flu, ISPA dan penyakit kulit,” demikian disampaikan dalam laporan pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.
Selain pelayanan kesehatan, petugas juga melakukan pendataan terhadap kebutuhan khusus anak-anak yang berada di tenda pengungsian.
Dari pendataan yang dilakukan di 15 tenda, tercatat sebanyak 87 bayi dan balita hingga usia 5 tahun membutuhkan susu.
Jenis susu yang dibutuhkan berbeda-beda sesuai kebutuhan masing-masing anak, antara lain SGM, Benco, Lactogen dan Frisian Flag.
Pemerintah Kota Jayapura memastikan pelayanan kesehatan tetap berlangsung di tengah kondisi pengungsian. Tim kesehatan juga diperkuat dengan keterlibatan organisasi dokter serta dukungan obat-obatan dari organisasi apoteker.
Ketersediaan obat-obatan di pos kesehatan saat ini disebut masih mencukupi, termasuk vitamin untuk orang dewasa maupun anak-anak.
“Kami tetap ada di tengah-tengah masyarakat dan kami melayani dengan kondisi sekarang,” tutupnya. (*)
Editor : Elfira Halifa