CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Pascakebakaran hebat yang melanda permukiman warga di Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara, Senin (31/8/2026), SD Hikmah 1 Yapis Jayapura memberikan perhatian khusus kepada tiga siswanya yang menjadi korban dalam musibah tersebut.
Kepala SD Hikmah 1 Yapis Jayapura, Musripin mengatakan, pihak sekolah langsung mendatangi lokasi pengungsian pada Selasa (1/9/2026) atau sehari setelah kebakaran untuk memastikan kondisi para siswa yang terdampak.
Dari hasil pendataan pihak sekolah, terdapat tiga siswa SD Hikmah 1 Yapis Jayapura yang terdampak kebakaran, masing-masing siswa kelas 1B, kelas 4A dan kelas 4C.
"Kami dari SD Hikmah 1 Yapis Jayapura ini ada tiga anak yang menjadi korban kebakaran. Yang pertama kelas 1B, kemudian kelas 4A dan 4C. Jadi ada tiga anak," kata Musripin, di ruang kerjanya, Kamis (3/9/2026)
Menurutnya, sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, pihak sekolah langsung memberikan bantuan berupa sembako dan pakaian seragam sekolah kepada ketiga siswa tersebut.
"Kebakaran itu kan terjadi sore hari. Besok paginya, kami dari sekolah langsung mendatangi pihak korban, khususnya tiga anak murid kami. Kami membawa sembako dan baju sekolah," ujarnya.
Selain memberikan bantuan secara langsung kepada tiga siswa terdampak, pihak sekolah juga mengeluarkan edaran kepada para orang tua siswa untuk menggalang bantuan secara sukarela bagi korban kebakaran.
Bantuan yang dikumpulkan nantinya berupa dana maupun sembako yang akan diserahkan kepada para korban.
"Jadi kami dari sekolah membuat edaran sumbangan sukarela kepada orang tua murid untuk membantu ketiga orang tua siswa yang menjadi korban ini," jelasnya.
Tidak hanya dari pihak sekolah, dukungan juga datang dari Yayasan Pendidikan Islam (Yapis).
Menurut Musripin, yayasan telah mengimbau seluruh sekolah di bawah naungannya untuk turut menggalang bantuan bagi para korban kebakaran di Mandala.
"Yayasan juga mengimbau sekolah-sekolah untuk mengumpulkan dana dan juga sembako. Selain itu, kami di sekolah juga mengumpulkan bantuan dari seluruh orang tua murid, berupa dana sukarela dan sembako," katanya.
Sementara itu, hingga Kamis (3/9/2026), tiga siswa korban kebakaran tersebut belum seluruhnya kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. (*)
Editor : Elfira Halifa