​Langkah Nyata FK Uncen Peduli Lingkungan Ratusan Mahasiswa Jaga Kebersihan Pantai Hamadi

Jimianus Karlodi • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:14 WIB
Wadek lll FK Uncen dan jajarannya saat menyerahkan bantuan yang meliputi sejumlah alat kebersihan kepada penjaga pantai di Pantai Hamadi, Selasa (25/8/2026)
Wadek lll FK Uncen dan jajarannya saat menyerahkan bantuan yang meliputi sejumlah alat kebersihan kepada penjaga pantai di Pantai Hamadi, Selasa (25/8/2026)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (Uncen) menggelar kegiatan bertajuk "Mahasiswa Peduli Lingkungan Bersih Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih PKKMB Tahun 2026". Kegiatan ini berlangsung di Pantai Hamadi, pada Selasa (25/8/2026).

 

​Dengan tema "Langkah Kecil Mahasiswa Baru Fk Untuk Laut Papua Yang Sehat", kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian mahasiswa baru FK Uncen terhadap kebersihan lingkungan.

 

Dari pantauan Cenderawasih Pos di lokasi, kegiatan yang berlangsung intensif sejak pukul 08.00 WIT tersebut merupakan bagian integral dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FK Uncen. Agenda ini dirancang tidak hanya sebagai orientasi akademik, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan penanaman nilai kepedulian sosial sejak dini.

 

​Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Kedokteran Uncen, dr. Izak Yesaya Samay, Sp.KJ., M.Kes., menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kebersihan lingkungan ini bertujuan membentuk kepekaan sosial serta melatih calon tenaga kesehatan agar mampu membaca dan merespons kondisi riil di masyarakat.

 

​"Kegiatan hari ini merupakan bagian dari rangkaian orientasi peserta mahasiswa baru Universitas Cenderawasih, khususnya di lingkungan Fakultas Kedokteran. Maksud utamanya adalah menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama kebersihan. Ini melatih mahasiswa untuk lebih melihat, membaca situasi di tengah masyarakat, serta menjadi pribadi yang peduli dan memberi dampak positif," ungkap dr. Izak di lokasi kegiatan.

 

​Beliau menambahkan bahwa mahasiswa kedokteran dituntut untuk tidak hanya unggul secara akademis di dalam kelas, tetapi juga mampu tampil sebagai teladan (role model) dalam kehidupan bermasyarakat, yang dimulai dari kebiasaan menjaga kebersihan.

 

​Pantai Hamadi dipilih sebagai lokasi fokus aksi karena kedudukannya yang vital sebagai objek wisata publik utama di Kota Jayapura, sekaligus tempat masyarakat melepas lelah dan berekreasi. Menurut dr. Izak, kondisi pantai yang bersih merupakan syarat mutlak agar kawasan wisata tetap memiliki daya tarik dan memberikan manfaat kesehatan mental maupun fisik bagi pengunjung.

 

​"Pantai ini adalah objek wisata, tempat masyarakat melepaskan penat dan stres. Bagaimana orang mau datang dan menikmati suasana kalau pantainya kotor, penuh dengan pecahan kaca, botol plastik, dan sampah rumah tangga? Aksi ini adalah bentuk respon dan kontribusi nyata mahasiswa bagi lingkungan sekitar," paparnya.

 

Ratusan mahasiswa baru ini dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menyisir garis pantai. Mereka melakukan aksi pemilahan sampah secara sistematis berdasarkan jenisnya memisahkan limbah organik, plastik, hingga sampah berbahaya seperti pecahan kaca.

 

​Menariknya, aksi ini juga melibatkan kesadaran finansial dan rasa kepemilikan (sense of belonging) para peserta. Para mahasiswa secara berswadaya mendonasikan sebagian dana pribadi mereka untuk membeli tempat sampah layak guna yang diserahkan langsung kepada para pengelola area dan pemilik lapak di Pantai Hamadi.

 

Untuk diketahui, ​aksi di Pantai Hamadi ini dipastikan bukanlah kegiatan temporer. FK Uncen telah merancang program lanjutan berkesinambungan bertajuk Student Activity, di mana mahasiswa akan diterjunkan secara berkala untuk menjaga kebersihan di berbagai lokasi strategis dan objek vital publik di Papua.

 

​"Kegiatan kebersihan ini tidak berhenti di sini saja. Melalui program Student Activity, kami akan hadir di tempat-tempat yang menjadi objek vital masyarakat umum. Tempat wisata lain, seperti Loda Pinang dan destinasi publik lainnya yang menumpuk sampah, akan terus kami bersihkan secara berkala," jelas dr. Izak.

 

​Langkah ini mempertegas komitmen FK Uncen untuk mencetak lulusan dokter dan tenaga kesehatan yang berjiwa Agent of Change (agen perubahan), yang mengawali budaya bersih dari diri sendiri, lingkungan keluarga, hingga ruang publik yang lebih luas.

​Di samping aksi lapangan, dr. Izak Samay melayangkan seruan penting terkait urgensi kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah (pemerintah provinsi, kota, maupun kabupaten) melalui Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup.

​Menurutnya, penanganan masalah sampah di Papua memerlukan pendekatan edukatif berbasis keluarga yang diperkuat oleh regulasi serta penegakan hukum yang tegas di area umum.

 

​Beliau berharap pembiasaan yang ditanamkan sejak masa orientasi kampus ini dapat dibawa oleh para mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari mulai dari kerapian di dalam kamar kos, rumah tangga, hingga menjaga fasilitas pelayanan publik agar tetap bersih, terawat, dan nyaman digunakan bersama.

​Rangkaian kegiatan aksi peduli lingkungan ini ditandai dengan penyerahan secara simbolis bantuan sarana kebersihan dari Fakultas Kedokteran Uncen kepada perwakilan masyarakat dan pengelola kawasan Pantai Hamadi.

 

​Bantuan yang diserahkan meliputi sejumlah tong sampah berkapasitas besar, sapu lidi, pengki, serta perlengkapan kebersihan lainnya. Penyerahan ini diharapkan dapat membantu pengelola dan warga setempat dalam menjaga keberlanjutan kebersihan Pantai Hamadi setelah aksi gotong royong massal tersebut selesai dilaksanakan. (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
mahasiswa Ceposonline.com UNCEN