Demo KNPB dan Mahasiswa Selesai, Situasi Kota Jayapura Kembali Normal

Jimianus Karlodi • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:22 WIB
Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR. (CEPOSONLINE/JIMI)
Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR. (CEPOSONLINE/JIMI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Kondisi keamanan di Kota Jayapura dipastikan telah kembali normal dan terkendali pasca-gelombang aksi demonstrasi yang digalang oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) bersama gabungan mahasiswa, Sabtu (15/8/2026). 


Aksi yang mengangkat isu "Darurat Militer dan Kerisis Kemanusiaan" itu berlangsung secara bersamaan di tiga titik lokasi vital, yakni kawasan Expo Waena, Perumnas III Waena, hingga Lingkaran Abepura.


Secara umum, jalannya penyampaian aspirasi publik di awal kegiatan berlangsung tertib. Namun, dinamika di lapangan berubah memanas tatkala massa aksi di beberapa titik memaksakan diri melakukan long march menuju titik pusat Abepura dengan menerobos barikade pengamanan.


Gesekan fisik dan dorong-dorongan antara peserta aksi dan petugas tak terhindarkan, hingga memicu kericuhan yang diawali oleh aksi pelemparan batu oleh massa aksi ke arah aparat yang tengah bersiaga menjaga kondusivitas wilayah.


Merespons perlawanan massa yang kian memanas, aparat keamanan gabungan mengambil langkah tegas dan terukur di lapangan. Pembatasan ruang gerak massa serta penyemprotan water cannon dan pelepasan gas air mata dilakukan untuk memecah kerumunan serta mencegah eskalasi konflik meluas ke area permukiman warga dan pusat pertokoan.


Dampak dari bentrokan tersebut mengakibatkan jatuhnya korban luka-luka, baik dari jajaran aparat pengamanan maupun dari peserta demonstrasi. Lebih dari satu anggota kepolisian yang bertugas di lokasi harus dilarikan ke rumah sakit guna mendapat penanganan medis akibat terkena lemparan batu.


"Anggota kita yang luka ada dan sudah dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis. Untuk detail pastinya berapa personel masih ditelusuri, namun yang pasti lebih dari satu orang. Tim kami akan melakukan pengecekan kembali," ungkap Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR, saat memberikan keterangan media, di Perumnas lll Waena, Sabtu (15/8/2026).


Kapolresta menjelaskan bahwa dalam skema pengamanan aksi kali ini, pihaknya mengerahkan kekuatan penuh sebanyak lebih dari 1.500 personel gabungan. Pengerahan ribuan personel ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan publik secara menyeluruh, mengingat di saat yang bersamaan masyarakat Kota Jayapura juga tengah sibuk menggelar berbagai kegiatan jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.


Di sisi lain, jatuhnya korban luka juga dilaporkan dialami oleh pihak peserta demonstrasi.


Berdasarkan konfirmasi dari Ketua Umum MPM Uncen, Wialo Willy Silak, yang ditemui di lokasi aksi, setidaknya ada tiga orang peserta massa aksi yang mengalami luka tembak di bagian betis. Salah satu korban luka tersebut diketahui merupakan Wakil Ketua BEM Uncen.


Pascapembubaran massa dan pembersihan ruas jalan di ketiga lokasi aksi, Kapolresta Jayapura Kota Fredrickus menyampaikan imbauan resmi kepada seluruh warga masyarakat Kota Jayapura. Kapolresta meminta masyarakat untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas lingkungan, serta tidak mudah terprovokasi oleh simpang siurnya informasi atau isu-isu menyesatkan yang beredar di media sosial.


"Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Jayapura untuk kembali menjalankan aktivitas kemasyarakatan dan perekonomian seperti biasa secara aman dan nyaman. Aparat keamanan menjamin penuh ketertiban wilayah dan terus bersiaga menjaga keamanan kota," tegasnya.


Hingga berita ini dinaikkan, kawasan Expo, Perumnas III Waena, serta Lingkaran Abepura telah sepenuhnya bersih dari konsentrasi massa.


Arus lalu lintas kendaraan roda dua dan roda empat di jalur utama Abepura-Waena telah kembali dibuka dan beroperasi dengan lancar. (*)

Editor : Weny Firmansyah
KNPB kota jayapura Polresta Jayapura Kota