Gagal Negosiasi, Bentrokan Kembali Pecah antara Massa dan Aparat di Perumnas III Waena

Jimianus Karlodi • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:22 WIB
Situasi mencekam terjadi di Perumnas lll, aparat keamanan lepaskan Gas Air Mata dan Water Cannon Usai Massa Menerobos Barikade, Sabtu (15/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/JIMMI)
Situasi mencekam terjadi di Perumnas lll, aparat keamanan lepaskan Gas Air Mata dan Water Cannon Usai Massa Menerobos Barikade, Sabtu (15/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/JIMMI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Ketegangan di kawasan Perumnas III Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, kembali memuncak dan berujung ricuh pada, Sabtu (15/8/2026) siang. 


Upaya kompromi dan proses negosiasi yang sempat berlangsung antara perwakilan massa dan pihak kepolisian berakhir buntu setelah massa aksi gabungan dari elemen mahasiswa dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) nekat menerobos barikade pengamanan.


Berdasarkan pemantauan langsung di lokasi kejadian, eskalasi dipicu oleh aksi nekat massa yang mencoba merobohkan barisan pertahanan aparat demi melanjutkan long march menuju titik kumpul di Lingkaran Abepura. 


Sorakan dan benturan fisik tak terhindarkan saat massa berdesakan mencoba memecah blokade yang dijaga ketat oleh personel bertameng.


Merespons tindakan massa yang dinilai membahayakan dan memicu gangguan ketertiban, aparat keamanan mengambil tindakan tegas di lapangan. Dentuman tembakan gas air mata terdengar secara beruntun mengudara untuk memecah kerumunan. 


Tak hanya itu, kendaraan taktis water cannon yang disiagakan di lokasi langsung menyemprotkan air bertekanan tinggi ke arah barisan demonstran yang terus memaksakan diri maju.


Kepulan asap tebal gas air mata yang membumbung tinggi di sekitar ruas jalan Perumnas III Waena membuat situasi kian mencekam. Ratusan peserta aksi beserta warga dan pengguna jalan yang berada di sekitar lokasi berhamburan menyelamatkan diri dari sengatan gas yang mengiritasi mata dan pernapasan. 


Di tengah ketegangan tersebut, negosiasi langsung di lapangan antara perwakilan massa dan pihak kepolisian berlangsung cukup alot.


Bertindak sebagai negosiator aparat, Y. Gobai dari Satuan Binmas Polresta Jayapura Kota menyatakan bahwa pihak kepolisian memahami aspirasi yang hendak disampaikan oleh massa aksi. Namun, pertimbangan ketertiban umum dan kenyamanan warga setempat menjadi prioritas utama penanganan di lapangan.


"Kami sangat mengerti maksud dan tujuan dari kedatangan massa aksi. Namun demi menjaga ketertiban umum, terutama kenyamanan masyarakat sekitar, kami perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan pimpinan serta atasan terkait permintaan massa ini," ujar Y. Gobai saat berdialog langsung dengan perwakilan demonstran.


Sementara itu, perwakilan massa aksi yang diwakili oleh Etnes Depla bertindak sebagai negosiator dari pihak demonstrant terus mengotot agar massa diizinkan melanjutkan perjalanan. Ia menegaskan bahwa pembacaan tuntutan aspirasi harus tetap dilakukan secara terbuka di titik Lingkaran Abepura.


Hingga saat ini, area utama Perumnas III Waena masih diselimuti asap tipis dengan siaga 1 untuk penuh dari jajaran kepolisian. Aparat bertameng dan bertopi baja terus merapatkan barisan di sepanjang badan jalan guna memundurkan massa serta mengamankan area sekitar agar kericuhan tidak berlanjut ke pemukiman warga. (*)

Editor : Weny Firmansyah
KNPB kota jayapura