Dihadang Aparat, Aksi Demonstrasi BEM Uncen di Waena Berujung Ricuh 

Jimianus Karlodi • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:13 WIB
Situasi saat massa aksi dan anggota kepolisian dilokasi beritegang, Perumnas III Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Sabtu (15/8/2026).
(Ceposonline.com/Jimianus Karlodi)
Situasi saat massa aksi dan anggota kepolisian dilokasi beritegang, Perumnas III Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Sabtu (15/8/2026). (Ceposonline.com/Jimianus Karlodi)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Aksi demonstrasi yang digalang oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Cenderawasih (BEM Uncen) di kawasan Perumnas III Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Sabtu (15/8/2026) ricuh. 

Gesekan fisik dan ketegangan tinggi tidak terhindarkan setelah massa aksi yang berniat menggelar long march menuju Lingkaran Abepura dihadang oleh barikade ketat aparat kepolisian.

​Berdasarkan pemantauan langsung dan dokumentasi visual dari lokasi kejadian, situasi mulai memanas saat ratusan massa demonstran yang mayoritas merupakan mahasiswa berjas almamater kuning mencoba bergerak keluar dari titik kumpul di area kampus menuju jalan raya utama.

​Namun, langkah massa terhenti setelah berhadapan langsung dengan barisan personel kepolisian yang telah bersiap dengan perlengkapan huru-hara lengkap, mulai dari tameng, helm pengaman, hingga rompi pelindung. 

Aparat juga menyiagakan sejumlah armada operasional, termasuk truk pengangkut personel serta kendaraan taktis penembak air (water cannon) di sepanjang koridor jalan Perumnas III Waena.

​Kericuhan mulai pecah ketika massa aksi memaksakan diri untuk menembus barikade demi melanjutkan jalan kaki menuju Abepura. Pihak kepolisian yang bertahan membendung pergerakan tersebut terlibat aksi saling dorong secara sengit dengan para mahasiswa.

​Situasi kian tidak terkendali setelah sejumlah massa aksi mulai melempari barikade aparat yang bertugas menggunakan batu dan benda keras lainnya. Menanggapi lemparan batu tersebut, aparat kepolisian yang bersiaga bertindak tegas dengan menembakkan gas air mata ke arah kerumunan massa guna memecah konsentrasi pendemo.

​Kepulan asap gas air mata pun tak terhindarkan dan langsung membumbung di sekitar lokasi kejadian. Peserta aksi dan warga sekitar panik berhamburan untuk menyelamatkan diri dari paparan gas pedih tersebut.

​Area Perumnas III Waena masih diselimuti ketegangan tinggi. Aparat keamanan bertameng lengkap terus merapatkan barisan sambil menembakkan gas air mata secara berkala untuk mendorong mundur massa yang bertahan.

Beberapa personel kepolisian berpakaian dinas dan tim perintis langsung menyisir area sekitar guna memecah konsentrasi massa dan membatasi eskalasi agar tidak merembet ke kawasan pemukiman warga serta pertokoan.

​Hingga saat ini, kondisi di lokasi masih diselimuti ketegangan. Aparat keamanan bersenjata dan bertameng lengkap tampak terus bersiaga membendung pergerakan massa, sementara sejumlah perwakilan mahasiswa dan korlap aksi masih berupaya melakukan negosiasi di tengah pengawalan yang sangat ketat. (*)

Editor : Agung Trihandono
demonstrasi Heram KNPB kota jayapura Waena