CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Cenderawasih (BEM Uncen) bersama elemen masyarakat mulai berkumpul dan menyampaikan orasi politik di depan gapura Kampus Uncen Perumnas III Waena, Distrik Heram, Jayapura, Sabtu (15/8/2026).
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi kejadian, massa aksi tampak membentangkan spanduk berukuran besar di badan jalan masuk kampus. Spanduk bertuliskan "BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA BEM UNCEN" tersebut mengusung tema besar "Papua Darurat Militer, Investasi, dan Pelanggaran HAM".
Selain spanduk utama, sejumlah mahasiswa yang mengenakan jas almamater kuning dan pakaian bebas juga memegang poster serta foto-foto yang menggambarkan kondisi krisis kemanusiaan di Tanah Papua.
Secara bergantian, para orator memanfaatkan megapon untuk menyampaikan kritik tajam terhadap berbagai kebijakan pemerintah pusat di wilayah Papua, mulai dari pendekatan keamanan hingga bentangan proyek investasi skala besar.
Dalam orasinya, Arius Siep, salah satu narasumber dan tokoh aksi di lapangan, melontarkan tuduhan keras terkait arah kebijakan pemerintah di tanah Papua saat ini. Ia menilai ada ancaman keterpinggiran bagi penduduk asli Papua jika pendekatan yang digunakan terus mengedepankan keamanan dan eksploitasi lahan.
"Pemerintah saat ini terkesan ingin menjadikan masyarakat Papua seperti ras Aborigin di Australia, yang makin tersisih dan terasing di atas tanah leluhurnya sendiri akibat serbuan investasi dan pengawasan militer yang ketat," tegas Arius Siep di hadapan massa yang berkumpul.
Pernyataan senada ditambahkan oleh orator lainnya di depan gerbang utama kampus Uncen Waena. Ia menekankan bahwa desakan mahasiswa kali ini murni didasari atas perhatian terhadap keselamatan rakyat sipil dan penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) yang dinilai makin terabaikan.
Meskipun terdapat konsentrasi massa di sekitar pintu masuk kampus Uncen Waena, kondisi keamanan dan aktivitas kemasyarakatan di wilayah sekitarnya secara umum masih berjalan kondusif.
Pantauan situasi ekonomi di sekitar Perumnas III Waena menunjukkan mayoritas aktivitas pedagang dan toko swalayan tetap beroperasi sebagaimana biasanya. Walaupun terdapat beberapa toko dan tempat usaha di sekitar lokasi yang memilih untuk tidak membuka lapaknya guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, secara keseluruhan denyut perekonomian warga berjalan normal.
Sementara itu, untuk arus lalu lintas kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat dari arah Abepura menuju Waena maupun sebaliknya, hingga saat ini masih terpantau lancar dan tidak mengalami kemacetan berarti. Petugas dan warga sekitar turut memantau jalannya aksi agar lalu lintas utama tetap berdaya guna bagi pengguna jalan.
Hingga berita ini diturunkan, massa aksi di gapura kampus Uncen Perumnas III Waena masih terus bertahan secara tertib sambil mengumandangkan orasi politik dan lagu-lagu perjuangan mahasiswa. (*)