CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Suasana di depan pintu masuk Universitas Cenderawasih (UNCEN) memanas. Aliansi mahasiswa yang menggelar aksi protes terkait ketidaktransparanan hasil seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) jalur Jalur Mandiri Seleksi Bersama (JMSB) 2026, melakukan aksi bakar ban motor dan mobil tepat di depan gerbang kampus.
Aksi nekat ini dipicu oleh rasa kecewa massa yang merasa aspirasi mereka diabaikan dan tidak mendapat respons langsung dari pihak Rektorat UNCEN.
Wakil Koordinator Lapangan (Wakorlap) Umum Aksi, J. Ben Wenda, menyatakan bahwa pembakaran ban ini merupakan simbol kekecewaan mendalam atas sikap tertutup dari birokrasi kampus. Ia menilai pihak pimpinan sengaja tidak menemui mahasiswa yang sejak pagi menuntut keadilan bagi Orang Asli Papua (OAP).
"Kami melihat pimpinan seperti sengaja menghindar dan tidak mau menemui kami untuk berdialog. Kami sudah menyiapkan data-data dan poin tuntutan ini dengan matang," ujar J. Ben Wenda di gerbang kampus Uncen Perumnas lll, Waena, Rabu (24/6/2026)
Ben menegaskan bahwa aksi ini tidak akan berhenti begitu saja. Mahasiswa menuntut transparansi penuh terkait kuota JMSB 2026 yang dinilai tidak berpihak pada hak-hak kelulusan OAP serta melanggar amanat UU No. 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua.
Massa aksi yang terdiri dari gabungan BEM dan DPMF dari 9 fakultas serta Solidaritas Peduli Mahasiswa Uncen (SPMU) menegaskan akan tetap bertahan di area gerbang dan gedung rektorat.
Mereka menuntut beberapa poin utama, diantaranya; Peninjauan ulang hasil kelulusan jalur JMSB 2026, Peningkatan kuota khusus bagi mahasiswa Orang Asli Papua (OAP), dan Keterbukaan informasi dengan mengumumkan skor hasil tes secara publik.
Hingga berita ini diturunkan, kepulan asap hitam dari ban yang dibakar masih membubung di depan gerbang masuk utama UNCEN. Arus lalu lintas di sekitar area kampus pun sempat tersendat akibat konsentrasi massa, sementara mahasiswa terus menyerukan orasi secara bergantian menunggu pimpinan rektorat keluar memberikan penjelasan resmi. (*)
Editor : Lucky Ireeuw