Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Dosen Uncen Uji Keterbacaan Buku Cerita Bergambar di SD Advent Abepura

Karolus Daot • Senin, 1 Juni 2026 | 17:14 WIB
Tim Pengabdian Uncen saat foto dengan Siswa SD Adven, pada Kegiatan uji keterbacaan buku cerita bergambar, Rabu (27/6/2026) (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)
Tim Pengabdian Uncen saat foto dengan Siswa SD Adven, pada Kegiatan uji keterbacaan buku cerita bergambar, Rabu (27/6/2026) (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Tim dosen Universitas Cenderawasih (Uncen) bersama mahasiswa dan alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa uji keterbacaan buku cerita bergambar di SD Advent Abepura, Kota Jayapura. 

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut Mulai 27 Mei 2026 bertujuan mendorong peningkatan minat baca dan kemampuan literasi siswa sekolah dasar.

Tim pengabdian dipimpin oleh Wigati Yektiningtyas dan Dessy Ferdinandus, didukung mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Natalya Tokan serta alumni Yanka Asmara. Program tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang didanai melalui dana PNBP BLU Universitas Cenderawasih dan kini memasuki tahun ketiga pelaksanaannya.

Ketua tim, Wigati Yektiningtyas, menjelaskan bahwa program ini memiliki fokus yang berbeda setiap tahunnya. Pada tahun pertama (2024), kegiatan difokuskan pada pelatihan bagi guru-guru untuk menulis dan membuat cerita anak. 

Tahun kedua (2025), para guru mendapatkan pelatihan membuat ilustrasi cerita anak menggunakan aplikasi Canva dengan menghadirkan tenaga ahli ilustrasi guna membantu mengatasi tingginya biaya jasa ilustrator profesional.

"Memasuki tahun ketiga, fokus kegiatan adalah melakukan uji keterbacaan buku cerita bergambar yang telah disusun sebelumnya. Kami ingin melihat secara langsung bagaimana respons, tanggapan, dan tingkat pemahaman siswa terhadap isi cerita maupun ilustrasi yang ditampilkan," ujar Wigati, Senin (1/6/2026)

Menurutnya, sasaran kegiatan saat ini adalah siswa kelas IV dan V sekolah dasar. Melalui uji keterbacaan tersebut, tim dapat menilai kelayakan buku sebelum diproduksi lebih lanjut. Jika hasilnya dinilai efektif, buku-buku serupa akan terus dikembangkan. Sebaliknya, jika masih ditemukan kekurangan, maka akan dilakukan evaluasi dan penyempurnaan.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai buku yang kaya ilustrasi dan memiliki variasi gambar yang menarik. Kehadiran visual yang dominan dinilai mampu membantu mereka memahami isi cerita sekaligus mengurangi rasa jenuh saat membaca.

Selain itu, anak-anak juga menginginkan cerita dengan alur yang lebih menantang dan penuh petualangan. Mereka menyukai kisah yang menghadirkan persoalan serta solusi yang jelas, sehingga mampu merangsang daya pikir dan imajinasi mereka.

"Anak-anak saat ini sangat kritis. Mereka memperhatikan detail ilustrasi hingga bagian-bagian kecil dalam gambar. Karena itu, visual yang disajikan harus akurat, jelas, dan mendukung isi cerita," katanya.

Tim Pengabdian Uncen, Ketua Wigati Yektiningtyas (tengah) bersama anggota Dessy Ferdinandus (baju hitam foto dengan guru kelas IV SD Advent, ibu Wendi Putuhena, Rabu (27/6/2026) (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)
Tim Pengabdian Uncen, Ketua Wigati Yektiningtyas (tengah) bersama anggota Dessy Ferdinandus (baju hitam foto dengan guru kelas IV SD Advent, ibu Wendi Putuhena, Rabu (27/6/2026) (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)

Temuan lainnya menunjukkan bahwa siswa membutuhkan bacaan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu memicu kemampuan berpikir kritis. Mereka cenderung tertarik pada cerita yang menghadirkan konflik, tantangan, serta proses pemecahan masalah yang logis.

Program pengabdian kepada masyarakat ini rutin dilaksanakan setiap tahun oleh dosen Universitas Cenderawasih. Kegiatan menyasar sekolah-sekolah dasar maupun masyarakat di kampung-kampung sebagai upaya mendukung peningkatan budaya literasi di Papua.

Ke depan, tim pengabdian tidak menutup kemungkinan untuk memperluas sasaran program ke jenjang sekolah menengah pertama (SMP), termasuk melalui pelatihan guru maupun pengembangan cerita pendek yang mengangkat konteks dan kearifan lokal Papua.

Setelah tahap evaluasi dan penyempurnaan buku selesai, tim berencana melanjutkan program melalui berbagai kegiatan literasi seperti lomba membaca dan aktivitas pendukung lainnya. Adapun tujuan akhir dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut adalah meningkatkan minat baca serta kemampuan literasi dasar siswa, meliputi membaca, menulis, dan berhitung.

Untuk menjangkau lebih banyak pembaca sekaligus menekan biaya produksi, buku cerita yang telah disempurnakan nantinya akan diterbitkan dalam bentuk buku elektronik (e-book). Langkah ini dinilai lebih efisien dibandingkan pencetakan dalam jumlah besar di tengah meningkatnya biaya produksi buku cetak.

"Harapannya, buku-buku yang dihasilkan dapat menjadi bahan bacaan yang menarik bagi anak-anak sekaligus mendukung peningkatan kualitas literasi di Papua,” tutup Wigati. (*)

Editor : Agung Trihandono
#sd #kota jayapura #universitas cenderawasih