Musik dan Joget Warnai Demo Buruh di Kota Jayapura
Yohanes Palen• Jumat, 1 Mei 2026 | 18:33 WIB
Nampak para buruh melakukan aksi demo dami diseputaran lingkaran Abepura, Jumat. (1/4/2026). (CEPOSONLINE.COM/KAREL)
CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Jayapura tahun ini berlangsung dengan nuansa berbeda.
Jika biasanya aksi demonstrasi identik dengan ketegangan dan orasi keras, kali ini para buruh justru menghadirkan suasana yang lebih santai, penuh kebersamaan, dan diwarnai hiburan musik serta joget bersama.
Adapun aksi damai yang digelar oleh kaum buruh bersama Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Provinsi Papua ini berlangsung kawasan lingkaran Abepura, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Jumat (1/5/2026), berlangsung tertib dan kondusif.
Dalam aksi tersebut, para buruh tetap menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka kepada pemerintah, khususnya terkait peningkatan kesejahteraan pekerja.
Kemudian terkait dengan perlindungan hak-hak buruh, serta penguatan peran serikat pekerja di Indonesia.
Namun yang membuat aksi ini berbeda adalah suasana yang jauh dari kesan tegang.
Di sela-sela penyampaian orasi, alunan musik dari pengeras suara mengiringi para peserta yang tampak menikmati momentum May Day dengan berjoget bersama.
Baik buruh laki-laki maupun perempuan terlihat larut dalam suasana penuh keakraban, menciptakan warna tersendiri dalam peringatan Hari Buruh di Kota Jayapura.
Ketua PERDA-KSPI Papua, Benyamin Eduard Inuri mengatakan, aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan serentak buruh di seluruh Indonesia dalam rangka memperingati May Day.
Menurutnya, meski dikemas lebih santai dan humanis, substansi perjuangan buruh tetap menjadi fokus utama dalam aksi tersebut.
“Kami tetap membawa aspirasi buruh, terutama soal kesejahteraan, perlindungan tenaga kerja, dan kebijakan pemerintah yang harus berpihak kepada pekerja,”ucap Benyamin.
Ia menjelaskan, saat ini KSPI Papua telah mendata sekitar 1.340 buruh yang tergabung dalam organisasinya, dan jumlah itu diperkirakan masih akan terus bertambah.
Benyamin menambahkan, momentum May Day tahun ini juga dimanfaatkan untuk mendorong pemerintah pusat agar segera merealisasikan pembentukan Satgas Buruh dan Dewan Kesejahteraan Buruh sebagai bentuk perlindungan terhadap pekerja.
Sementara itu aksi yang berlangsung dengan pengamanan aparat keamanan itu berjalan aman tanpa gangguan berarti.
Adapun aktivitas masyarakat di sekitar Lingkaran Abepura pun tetap berjalan normal, meski beberapa pertokoan memilih tutup sementara selama aksi berlangsung.
Hingga kegiatan selesai, suasana tetap aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan, menunjukkan bahwa penyampaian aspirasi bisa dilakukan dengan cara damai, kreatif, dan tetap menggembirakan. (*).