CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Menteri Hak Asasi Manusia (MenHAM), Natalius Pigai beserta rombongan melakukan kunjungan ke Kampus Universitas Cenderawasih (Uncen), Senin (19/1/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan Pigai untuk menindaklanjuti nota kesepahaman atau MoU tentang Penguatan Hak Asasi Manusia di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa.
Kedatangan Mentri HAM itu di lingkungan kampus tersebut pun disambut hangat oleh Rektor Uncen, Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, S.E., M.Sc.agr dan jajarannya.
Oscar dalam sambutannya mengatakan bahwa kunjungan dari Menteri Ham tersebut ke Uncen merupakan salah satu kehormatan besar bagi kampus. Karena itu pihaknya menyambut Pigai di gedung rektorat Uncen, tidak seperti kunjungan menteri-menteri yang lainnya selama ini harus di kampus Uncen Abepura.
"Atas kunjungan ini tidak hanya sebagai kehormatan tetapi juga sebagai momentum bagi kami di universitas cenderawasih untuk lebih memperkuat penegakan hukum dan juga perlindungan hak asasi manusia di perguruan tinggi terutama kita di Universitas Cenderawasih," kata Oscar.
Dengan kunjungan dan MOU ini berharap dapat mempererat hubungan antara pihak uncen dan KemenHAM untuk penguatan nilai HAM di lingkungan kampus. Selain itu, kolaborasi antara KemenHAM dan Uncen merupakan langkah penting untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam konteks HAM.
Penandatanganan MoU ini juga kata rektor menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah, khususnya dalam mendukung upaya penegakan dan sosialisasi hak asasi manusia di Universitas Cenderawasih.
“Kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang inklusif serta memperkuat budaya kemanusiaan di dunia pendidikan terutama dilingkungan kampus,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Menteri HAM Republik Indonesia Natalius Pigai mengaku bangga dengan Universitas Cenderawasih. Ini ia sampaikan karena pucuk pimpinan kampus terbesar di tanah Papua itu dari awal berdiri hingga saat ini (2026) di isi oleh orang Papua asli.
Hal tersebut membuktikan orang Papua tidak lagi dipandang sebelah mata, sebagai contoh dirinya kini menjadi seorang menteri meski dari kampung namun karir bisa menembus nasional.
"Orang lain bilang Papua tidak bisa. Pusat pendidikan tempat persemayaman orang Papua ada, rektor-rektornya orang Papua asli. Berarti orang Papua bisa dong," cetus Pigai disambut tepuk tangan meriah oleh pejabat kampus dan pimpinan stackolder yang hadir.
Menurutnya Uncen tidak kalah jauh dengan kampus-kampus ternama di Indonesia seperti UGM, UI dan lainnya. Untuk itu ia berharap, Universitas Cenderawasih tidak memproduksi orang-orang bermental koruptor.
"Saya meyakini Universitas Cenderawasih dapat menghasilkan orang Papua yang memiliki kompetensi yang bagus dan sukses, detail tidak mendidik orang-orang yang bermental koruptor," ucapnya.
Adapun nota kesepahaman tersebut mencakup ruang lingkup kerja sama berupa dukungan riset, evaluasi berkala, pendampingan Pusat Studi HAM, hingga penyusunan policy brief sebagai rekomendasi arah kebijakan negara yang berbasis pada nilai-nilai HAM. (*)
Editor : Agung Trihandono