CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Setelah satu bulan lamanya mengikuti Masa Basis di Rindam XVll/Cenderawasih, angkatan pertama Taruna dan Taruni Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggulan Cenderawasih terima pembaretan.
Pemberian pembaretan tersebut kepada Taruna dan Taruni sebagai bentuk penyelesaian Masa Basis yang gelar di Rindam XVII/Cendrawasih pada, Selasa (5/8/2025).
Sebanyak 90 siswa, terdiri dari sebanyak 45 laki-laki dan 45 perempuan yang merupakan putra-putri Orang Asli Papua (OAP).
Hal tersebut disampaikan langsung Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) sekaligus pendiri Sekolah Unggulan Cenderawasih, Nerlince Wamuar Rollo kepada Cenderawasih Pos, Selasa (5/8/2025) sore.
"Ada 90 siswa SMA Unggulan Cenderawasih hari ini mengikuti pembaretan setelah satu bulan mengikuti Masa Basis di Rindam XVll/Cenderawasih. Mereka ini 100 persen anak-anak orang asli Papua," sebut Nerlince Wamuar.
Lanjut Nerlince menyampaikan, setelah dilakukan pembaretan puluhan Taruna dan Taruni ini akan menjalani libur terlebih dahulu terhitung mulai, Rabu (6/8/2025), hingga Minggu (10/8/2025) mendatang.
Setelah itu nantinya, para Taruna dan Taruni akan menjalani pendidikan seperti biasa. Sementara mengunakan gedung SMPN 10 Kota Jayapura, di Koya Barat, Distrik Muara Tami.
"Setelah ini para siswa akan menjalani libur terhitung mulai Rabu (6/8/2025) sampai Minggu (10/8/2025). Habis itu akan kembali melanjutkan pendidikan. Untuk gedung sekolah sementara kita memanfaatkan SMPN 10 Kota Jayapura, di Koya Barat," jelasnya.
Untuk diketahui Pembaretan, merupakan sebuah tradisi tahunan yang merupakan puncak latihan dasar yang harus ditempuh bagi Taruna dan Taruni sekaligus sebagai penanda berakhirnya pendidikan basis atau dikenal dengan istilah masa basis. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser