Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

DEMO Save Raja Ampat di Jayapura, Massa Mulai Berkumpul di Abepura dan Waena

Gratianus Silas • Kamis, 12 Juni 2025 | 10:14 WIB
Aksi demo save Raja Ampat yang digelar di Kota Jayapura, Kamis 12 Juni 2025.
Aksi demo save Raja Ampat yang digelar di Kota Jayapura, Kamis 12 Juni 2025.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Berkaitan dengan aktivitas tambang di Raja Ampat, Papua Barat Daya, aksi demonstrasi dilakukan di Kota Jayapura pada Kamis, 12 Juni 2025, hari ini.

Belakangan Raja Ampat memang bergejolak akibat viralnya investigasi Greenpeace Indonesia perihal aktivitas tambang di Pulau Gag yang dikhawatirkan dapat merusak alam dan potensi wisata yang dimiliki Raja Ampat.

Kaitannya dengan itu, aksi demo dilakukan di Kota Jayapura.

Massa mulai terlihat berkumpul di wilayah Abepura dan Waena.

Terlihat massa dilengkapi dengan atribut berupa spanduk bertuliskan aspirasi mereka, di antaranya:

“Papua bukan tanah kosong #SaveRajaAmpat.”

“Selamatkan Raja Ampat, Cabut IUP PT Gag Nikel, Tolak Investasi di Teritori Papua yang menghancurkan alam #TolakPertambangan #PapuaBukanTanahKosong #SaveRajaAmpat."

Diketahui, persoalan tambang di Raja Ampat sudah direspons pemerintah, baik di daerah maupun pusat.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, sendiri turun ke Raja Ampat untuk melihat dan memastikan sendiri situasi di wilayah tersebut.

Bahlil juga mendengar aspirasi masyarakat di wilayah itu.

Langkah ini berujung pada Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, dengan melibatkan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antony, di Hambalang, Kabupaten Bogor, Senin 9 Juni 2025.

Hasil dari Ratas tersebut, Presiden Prabowo Subianto memutuskan mencabut  Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik 4 perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Namun, IUP milik PT Gag Nikel (anak usaha PT Antam Tbk.) tidak ikut dicabut, meskipun aktivitas produksi di perusahaan tersebut telah dihentikan sementara, sejak Kamis, 5 Juni 2025.

"Untuk sementara kegiatannya disetop dahulu sampai menunggu hasil peninjauan verifikasi dari tim kami," jelas Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM. (*)

 

Editor : Gratianus Silas
#demonstrasi #Ceposonline.com #kota jayapura #DEMO #Save Raja Ampat