Kampung Nelayan Hamadi yang Kini Jadi Perhatian Masyarakat

Administrator • Dipublikasikan Kamis, 17 Januari 2019 | 03:31 WIB
Photo
Photo

Harun Imbiri memperlihatkan Tulisan kampung Nelayan Hamadi, Distrik Japsel, yang kini banyak dikunjungi masyarakat sebagai salah satu tempat wisata, selain sebagai akses jalan warga setempat, Rabu (16/1)kemarin.(FOTO : Priyadi/Cepos)


Memperpendek Jarak ke Sekolah, Jalanan Kampung Lebih Indah


Kampung Nelayan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, kini menjadi salah satu daya tarik wisata bagi masyarakat di Kota Jayapura, setelah ada pembangunan jalan dan fasilitas lainnya. Apa saja manfaat yang dirasakan warga di Kampung Nelayan?


Laporan: Priyadi


Kota Jayapura, kini akan bertambah lagi satu obyek Pariwisata, setelah adanya pembangunan jalan yang menghubungkan antara Hamadi Gunung, Hamadi Hanurata dan Belakang TPI Hamadi dan sekitarnya. Selain membuat jalan di atas laut dengan lebar 2 meter, ada juga dibuatkan dermaga yang diberi nama Kampung Nelayan Hamadi. Dimana kini sudah cukup menyedot perhatian masyarakat, karena di tata indah dan menarik, bisa dimanfaatkan menjadi obyek pariwisata, tempat jogging, memancing, selain keperuntukannya untuk memudahkan akses jalan  masyarakat setempat.


Cenderawasih Pos, sekira pukul 10.30 WIT, menyempatkan diri melihat kondisi pembangunan jalan itu dan menemui Ketua RT 04/RW O9 Hamadi, Distrik Japsel Harun Imbiri, Rabu (16/1) kemarin.


Imbiri pun langsung mengajak saya melihat lokasi dermaga yang diberi nama Kampung Nelayan Hamadi. Ia menceritakan, bahwa pembangunan jalan di atas laut ini sudah tembus sampai TPI Hamadi dan ada kelanjutan lagi hingga belakang Pasar Hamadi dan Hotel Mahkota. Tujuan dibangunnya jalan ini tentu akan semakin memperpendek masyarakat kampung dan anak-anak yang ingin bersekolah di SMPN 9 dan SDN 1, 2 Hamadi.


Tidak hanya itu, untuk memperindah lokasi di sana, pemerintah juga membuat dermaga/ monument yang indah di jalur itu, yang  bisa dimanfaatkan masyarakat setempat untuk refreshing, berolahraga, memancing, yang setiap sore sudah mulai dipadati warga.


“Pembangunan ini sangat membantu kami, selain memudahkan akses ke TPI Hamadi, pasar Hamadi, begitu sebaliknya juga yang dari sana juga bisa lebih mudah akan ke SMPN 9, SDN 1, 2 Hamadi, karena anak-anak, bisa lewat jalan ini,’’ungkapnya.


   Menurut Imbiri, para nelayan dan warga juga senang dengan adanya jalan dan bangunan ini, karena bisa melindungi nelayan jika ada gelombang besar. Pasalnya, perahu mereka bisa terhindar dari gelombang, karena ada penyangga jembatan dan bangunan lainnya yang bisa menahan gelombang tidak sampai mengenai perahu atau rumah nelayan.


   “Saat ini memang jalan memang belum diresmikan, sehingga kendaraan sepeda motor tidak boleh lewat dahulu, dan nantinya jika sudah ada peresmian, lalu ada kesepakatan bersama apakah memang jalan ini bisa dilalui kendaraan nanti akan dibahas bersama-sama, karena kami ingin jalan dan bangunan ini harus dijaga dan dirawat dengan baik, ini jalan dan bangunannya harus bisa bertahan lama,’’pintanya.


  Imbiri juga mengakui, jalan ini sudah dilengkapi dengan lampu tenaga surya, jika malam hari menyala dengan terang, dimanfaatkan warga untuk nongkrong atupun mincing. Dan tetap menjaga keamanan masing-masing, karena air laut di bawah sangat dalam hingga 3 meter.


Ia juga menambahkan, jika nantinya tempat ini akan dijadikan salah satu obyek wisata, ia selaku warga di sana, tetap setuju dan mendukung. Namun harus dibuatkan aturan yang jelas, supaya kedepannya tidak ada masalah. Karena bagaimanapun jika sudah dijadikan tempat wisata harus ada keamanan, kenyamanan dan pengelolaan yang baik.(***)

Editor : Administrator