Endometriosis, Penyakit yang Sering Tersembunyi di Balik Nyeri Menstruasi

Abdel Gamel Naser • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 09:11 WIB
Ilustrasi. (AI)
Ilustrasi. (AI)

CEPOSONLINE. COM, JAYAPURA- Banyak perempuan menganggap nyeri haid sebagai hal yang wajar. Rasa kram di perut bagian bawah, pinggang pegal, hingga mual sering dianggap “paket lengkap” saat menstruasi. 

Padahal, jika nyeri terasa sangat hebat, berlangsung lama, atau sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan. Bisa jadi itu merupakan gejala Endometriosis.

Dilansir Gorontalopost, Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang mirip dengan lapisan dalam rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim, seperti di ovarium, saluran tuba, atau jaringan panggul lainnya. 

Setiap bulan, jaringan ini ikut bereaksi terhadap perubahan hormon seperti halnya lapisan rahim normal menebal, lalu meluruh.

Bedanya, jaringan yang tumbuh di luar rahim tidak memiliki jalan keluar, sehingga dapat menyebabkan peradangan, nyeri hebat, bahkan terbentuknya jaringan parut. 

Tidak semua nyeri haid berarti endometriosis. Namun, Anda perlu waspada jika mengalami: Nyeri haid yang sangat hebat hingga sulit beraktivitas, Nyeri panggul kronis, bahkan di luar masa menstruasi, Nyeri saat berhubungan intim, Nyeri saat buang air kecil atau besar saat haid, Perdarahan menstruasi berlebihan

Banyak perempuan baru menyadari kondisinya setelah bertahun-tahun mengalami nyeri yang dianggap “normal”. Padahal, semakin cepat terdeteksi, semakin baik penanganannya.

 Selain menimbulkan rasa sakit yang intens, endometriosis juga dapat memengaruhi kesuburan. Jaringan parut dan peradangan yang terjadi di organ reproduksi bisa mengganggu proses pembuahan.

 Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga berdampak pada kesehatan mental akibat nyeri berkepanjangan yang mengganggu kualitas hidup.

Sayangnya, hingga kini penyebab pasti endometriosis belum sepenuhnya diketahui. Faktor genetik, gangguan sistem imun, dan aliran balik darah menstruasi (retrograde menstruation) diduga berperan. 

Segera konsultasikan ke dokter spesialis kandungan jika nyeri haid tidak membaik dengan obat pereda nyeri biasa,nNyeri semakin parah dari waktu ke waktu, haid sangat banyak atau berlangsung lebih dari 7 hari.

Diagnosis biasanya dilakukan melalui wawancara medis, pemeriksaan fisik, USG, dan dalam beberapa kasus tindakan laparoskopi untuk memastikan kondisi secara langsung. Penanganan endometriosis disesuaikan dengan tingkat keparahan dan kondisi pasien. 

Nyeri haid memang umum, tetapi bukan berarti harus ditahan jika sudah tidak wajar. Mendengarkan sinyal tubuh adalah langkah awal menjaga kesehatan reproduksi. Edukasi dan kesadaran menjadi kunci agar perempuan tidak lagi menganggap remeh nyeri haid yang sebenarnya bisa menjadi tanda kondisi medis serius.

Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala mencurigakan, jangan ragu untuk mencari pertolongan medis. Deteksi dini bisa mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup.(*)

Editor : Abdel Gamel Naser
perempuan