Mitos atau Fakta? Minum Air Es Bikin Gemuk, Ini Penjelasannya!

Abdel Gamel Naser • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 09:53 WIB
Seorang wanita tengah meminum air es. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Seorang wanita tengah meminum air es. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Anggapan bahwa minum air es dapat membuat berat badan bertambah masih cukup sering beredar di masyarakat. Sebagian orang bahkan menghindari air dingin ketika sedang menjalani program diet karena khawatir minuman tersebut bisa menyebabkan tubuh menjadi lebih gemuk.

Namun, benarkah minum air es bisa membuat berat badan naik? Seperti dilansir dari Radar Bojonegoro, jawabannya adalah mitos jika yang dimaksud adalah air putih dingin tanpa tambahan gula atau kalori. Pada dasarnya, air putih, baik diminum dalam kondisi dingin maupun bersuhu ruang, tidak mengandung kalori. Karena itu, air es sendiri tidak secara langsung menyebabkan penambahan lemak tubuh.

Berat badan biasanya meningkat ketika jumlah kalori yang masuk ke tubuh secara konsisten lebih besar daripada energi yang digunakan. Sumber kalori tersebut dapat berasal dari makanan maupun minuman yang mengandung gula, lemak, atau bahan tambahan berkalori.

Dengan demikian, persoalannya bukan pada suhu air, melainkan pada apa yang terkandung di dalam minuman tersebut. Mitos ini kemungkinan muncul karena beberapa orang mengaitkan minum air dingin dengan kebiasaan makan atau minum tertentu. Misalnya, air es sering dikonsumsi bersama makanan tinggi kalori seperti gorengan, makanan cepat saji, minuman manis, atau dessert.

Jika seseorang rutin mengonsumsi makanan dan minuman tinggi kalori sambil minum air es, kenaikan berat badan tentu bisa terjadi. Namun, penyebabnya adalah kelebihan asupan kalori, bukan suhu air yang diminum.

Air es yang dicampur sirup, gula, susu kental manis, krimer, atau bahan pemanis lainnya tentu berbeda. Minuman tersebut dapat mengandung cukup banyak kalori sehingga konsumsi berlebihan berpotensi berkontribusi terhadap kenaikan berat badan.

Bagi orang yang sedang berusaha mengontrol berat badan, air putih dingin tetap dapat menjadi pilihan minuman yang baik. Mengganti minuman manis dengan air putih dapat membantu mengurangi asupan kalori harian.

Selain itu, air juga penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Rasa haus terkadang dapat disalahartikan sebagai rasa lapar sehingga seseorang makan atau ngemil lebih banyak. Memastikan kebutuhan cairan terpenuhi dapat membantu menjaga pola makan tetap teratur.Meski demikian, air es bukanlah minuman ajaib untuk menurunkan berat badan. Penurunan berat badan tetap membutuhkan pola makan seimbang, aktivitas fisik yang cukup, tidur yang baik, serta pengaturan jumlah kalori sesuai kebutuhan tubuh.

Tubuh memang perlu menyesuaikan suhu cairan yang masuk agar mendekati suhu tubuh. Proses tersebut membutuhkan sejumlah energi, tetapi jumlahnya sangat kecil sehingga tidak dapat dijadikan strategi utama untuk membakar lemak atau menurunkan berat badan. Artinya, jangan berharap minum air es dalam jumlah banyak akan membuat tubuh membakar kalori secara signifikan.

Jadi, minum air es tidak secara langsung membuat tubuh menjadi gemuk. Air putih dingin pada dasarnya tidak mengandung kalori dan bukan penyebab kenaikan berat badan. Jadi, mitos atau fakta? Minum air es bikin gemuk? Jawabannya: MITOS. Yang bisa membuat berat badan bertambah adalah kelebihan asupan kalori, bukan suhu airnya. (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
air putih kesehatan Ceposonline.com