Dari Yuruf hingga Woslay, Bupati Keerom Serap Aspirasi Tim Ekspedisi Patriot di Wilayah Perbatasan

Erianto Pasae • Dipublikasikan Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:23 WIB
Bupati Keerom, Piter Gusbager, berfoto dengan Tim Ekspedisi Patriot di Kampung Yuruf, Distrik Yaffi, Keerom, Sabtu (24/10/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO).
Bupati Keerom, Piter Gusbager, berfoto dengan Tim Ekspedisi Patriot di Kampung Yuruf, Distrik Yaffi, Keerom, Sabtu (24/10/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO).

CEPOSONLINE.COM, KEEROM-Perjalanan dari Arso, pusat pemerintahan Kabupaten Keerom, menuju Kampung Yuruf, Distrik Yaffi, memakan waktu panjang. Pada Sabtu, (24/10/2026), Bupati Keerom Piter Gusbager, bersama rombongan menempuh perjalanan itu untuk menemui anggota Tim Ekspedisi Patriot (TEP). Mereka datang jauh-jauh ke negeri Tapal Batas membawa hasil kerja lapangan sekaligus sejumlah rekomendasi untuk pembangunan masyarakat di wilayah perbatasan Papua.

 

Bupati Gusbager didampingi Ketua TP PKK Keerom Angela T.H. Frank Gusbager dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda pemerintahan. Di Kampung Yuruf, bupati dua periode itu mendengarkan langsung berbagai persoalan yang ditemukan anggota TEP selama menjalankan program pemberdayaan masyarakat.

 

Tim Ekspedisi Patriot merupakan program kerja sama Universitas Diponegoro dengan Pemerintah Kabupaten Keerom yang digagas Kementerian Transmigrasi. Pada 2026, para anggota tim ditempatkan di sejumlah wilayah di Keerom untuk mengidentifikasi potensi lokal, mendampingi masyarakat, serta merumuskan rekomendasi bagi pembangunan daerah.

 

Dalam pertemuan di Kampung Yuruf, para anggota TEP menyampaikan sejumlah kebutuhan yang mereka temukan di lapangan. Rekomendasi itu mencakup pemberdayaan masyarakat lokal di bidang pertanian, perikanan, pengolahan pangan lokal, penguatan kelembagaan, hingga peningkatan pelayanan kesehatan di wilayah pelosok.

 

Bupati Gusbager menyimak laporan tersebut. Sejumlah masukan langsung ditanggapi dengan instruksi kepada dinas terkait yang hadir dalam pertemuan itu. Antara lain, meminta para penyuluh pertanian berada di tengah masyarakat selama sepekan ke depan.

 

Instruksi itu disambut antusias oleh anggota TEP. Bagi mereka, pertemuan langsung dengan kepala daerah membuka ruang untuk menyampaikan kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong agar rekomendasi yang telah disusun mendapat tindak lanjut dari pemerintah.

 

Koordinator atau person in charge (PIC) Tim Ekspedisi Patriot Undip, Prof. Dr.-Ing. Wiwandari Handayani, turut menyambut baik dukungan tersebut.

 

Bupati Gusbager juga menyebutkan menerima laporan dan informasi dari masyarakat terkait kehadiran TEP. Menurut dia, masyarakat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Diponegoro, terutama Menteri Transmigrasi, atas kehadiran TEP di Kabupaten Keerom.

 

“Keberadaan TEP di Kabupaten Keerom tahun 2026 memberikan manfaat dan dampak positif. Pertama, pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi dan peningkatan kapasitas kelembagaan, serta beberapa program lain yang sudah diterapkan,” ungkap Bupati Gusbager.

 

Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu berharap anggota TEP dapat memanfaatkan waktu yang tersisa untuk menyelesaikan program dan rencana kerja yang belum tuntas.

 

Menurut dia, kehadiran tim dalam jumlah besar di wilayah perbatasan tahun ini merupakan pengalaman penting bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.

 

Ia menilai pendampingan yang dilakukan selama ini juga membuka ruang bagi masyarakat untuk membicarakan kebutuhan dan masa depan mereka. Karena itu, hasil kerja TEP diharapkan tidak berhenti setelah masa penugasan berakhir.

 

“Kita tidak bicara untuk satu-dua tahun ke depan, tetapi kita telah menanamkan bibit kebaikan, sesuatu yang baik. Kita pupuk dan pelihara, dan suatu saat kita melihat buah-buahnya,” ujarnya.

 

Pemerintah Kabupaten Keerom, kata Bupati Gusbager, akan terus mendukung pelaksanaan program TEP hingga masa tugas tim berakhir pada 25 November mendatang. Ia ingin berbagai rekomendasi yang telah disusun dapat menjadi bahan bagi pemerintah untuk merancang program pembangunan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

 

Selain berdialog dengan anggota tim, Bupati Gusbager bersama Ketu TP PKK, Angela T.H Gusbager juga menyalurkan bantuan sembako kepada mama-mama Papua di Kampung Yuruf dan sekitarnya. Penyaluran bantuan itu menjadi bagian dari rangkaian kunjungan pemerintah daerah ke masyarakat setempat.

 

Melanjutkan perjalanan ke Senggi

Agenda hari itu belum selesai di Yuruf. Setelah pertemuan di Distrik Yaffi, rombongan bupati melanjutkan perjalanan pada malam hari menuju Kampung Woslay, Distrik Senggi, untuk menemui anggota TEP yang bertugas di wilayah tersebut.

 

Perjalanan panjang dan melelahkan tidak menghentikan agenda dialog. Setibanya di Woslay, Bupati Gusbager kembali mendengarkan laporan dan rekomendasi para anggota tim. Ia beberapa kali terlibat dalam percakapan langsung dengan mereka untuk membahas kebutuhan masyarakat dan program yang masih harus diselesaikan.

 

Persoalan yang disampaikan TEP di Senggi tidak jauh berbeda dari temuan di Yaffi. Pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan potensi lokal, penguatan kelembagaan, serta dukungan pemerintah daerah menjadi bagian dari pembahasan.

 

Namun, pertemuan di Woslay juga menghasilkan satu rencana yang ingin diwujudkan anggota TEP sebelum masa penugasan mereka berakhir pada 25 November mendatang. Mereka mengusulkan penyelenggaraan pameran atau gelar karya di Distrik Senggi.

 

Kegiatan itu direncanakan menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya lokal sekaligus memaparkan hasil kerja tim selama empat bulan berada di distrik tersebut. Melalui kegiatan itu, anggota TEP ingin memperlihatkan hasil pendampingan yang telah dilakukan, termasuk potensi masyarakat dan berbagai program yang telah mereka kerjakan.

 

Fauzie, salah seorang anggota TEP, mengatakan kunjungan bupati memberikan dukungan penting bagi rencana tersebut. Menurut dia, gelar karya direncanakan berlangsung selama satu hari dengan agenda pertunjukan budaya lokal dan pemaparan hasil kerja tim.

 

“Dengan adanya kunjungan Pak Bupati, kita mendapat dukungan penuh terkait dengan pelaksanaan gelar karya. Rencananya gelar karya ini akan dilaksanakan selama satu hari dan akan menghadirkan budaya lokal sekaligus dengan pemaparan hasil kerja kami di Distrik Senggi selama empat bulan,” kata Fauzie.

 

Bupati Gusbager menyambut usulan itu dan meminta anggota TEP mempersiapkan perencanaan secara matang. Ia ingin pameran atau festival tersebut disusun dengan baik agar dapat menampilkan hasil kerja tim sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan budaya dan potensi daerah mereka.

 

Keamanan dan keberlanjutan program

 

Dalam pertemuan di Woslay, Bupati Gusbager juga menyinggung kondisi keamanan di wilayah Yaffi, Senggi, dan sekitarnya. Ia mengatakan kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

 

Ia meminta seluruh pihak ikut menjaga kondisi wilayah agar kegiatan pembangunan dan pendampingan masyarakat dapat berlangsung dengan baik. Menurut dia, dukungan terhadap program pemerintah daerah, termasuk kegiatan Tim Ekspedisi Patriot, perlu terus diberikan hingga para anggota menyelesaikan tugas mereka.

 

“Saya menitip kepada semua pihak mendukung program pembangunan daerah di wilayah ini, secara khusus Tim Ekspedisi Patriot. Tolong dijaga. Dan satu bulan ini mereka bisa fokus bekerja dan berkarya dan menuntaskan apa yang menjadi program mereka dan selamat meninggalkan Keerom,” ujarnya.

 

Bupati dua periode itu juga meminta para anggota TEP tetap berkonsentrasi menyelesaikan program yang telah direncanakan. Ia berharap seluruh kegiatan dapat berlangsung aman dan lancar hingga masa penugasan berakhir.

 

Bagi pemerintah daerah, hasil kerja tim menjadi bahan yang perlu ditindaklanjuti setelah mereka meninggalkan Keerom. Rekomendasi yang disusun dari lapangan diharapkan dapat membantu pemerintah melihat persoalan secara lebih terperinci, terutama di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih besar dalam pelayanan dasar dan pengembangan ekonomi masyarakat.

 

“Kita akan menikmati dan terus mengevaluasi agar ke depannya banyak program turun ke Kabupaten Keerom. Apa yang sudah kita tanamkan ini kita rawat, suatu saat menghasilkan buah,” kata Gusbager.

 

“Teman-teman TEP tetap fokus dan pastikan tugas saudara-saudari berjalan lancar dan aman. Doa kami, TEP selalu sukses di tempat ini,” tutupnya.

 

Sementara PIC Tim Ekspedisi Patriot Undip, Wiwandari Handayani mengatakan bahwa tahun ini mereka berada di Kabupaten Keerom selama 4 bulan dengan jumlah 120 anggota yang dibagi dalam 20 tim.

 

“Program ini memang tim Undip, tetapi yang dari Undip-nya ada 79 orang dan 21 orangnya dari berbagai universitas di Indonesia. Namun, ketua timnya yang 20 orang itu semua dari berbagai fakultas dari Undip juga,” ungkapnya.

 

Wiwindari memastikan bahwa tahun ini mereka tak lagi melakukan kajian dan penelitian, tapi bagaimana mengembangkan program tahun lalu (2025) dengan menguji kelayakan, efektivitas, dan potensi masalah suatu program sebelum diterapkan secara luas.

 

“Kegiatan yang lebih konkret terkait dengan beberapa hal. Misalnya infrastruktur, pengairan dan kebun pertanian, kemudian pendidikan, kesehatan, gizi, penanganan kebencanaan,” ujarnya.

 

Ia berharap kehadiran mereka tidak hanya memberikan pelatihan, tapi juga mendorong pengembangan potensi daerah. Misalnya pengembangan pemasaran produk pertanian, peningkatan produktivitas pertanian dan sektor lainnya. (*).

Editor : Elfira Halifa
Ceposonline.com KEEROM Piter Gusbager