Dua Anak Asli Keerom Resmi Raih Gelar Sarjana Lewat Program 100 Doktor

Erianto Pasae • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 04:25 WIB
Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP., saat menerima kedua mahasiswa Edowardus dan Iko di Kantor Bupati Keerom, Kamis (8/10/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO)
Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP., saat menerima kedua mahasiswa Edowardus dan Iko di Kantor Bupati Keerom, Kamis (8/10/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO)

CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Komitmen Pemerintah Kabupaten Keerom dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal mulai membuahkan hasil nyata.

 

Dua putra-putri terbaik asli Keerom resmi menyelesaikan pendidikan tinggi mereka di Universitas Papua (UNIPA) Manokwari, Papua Barat.

 

Kedua lulusan tersebut adalah Edowardus Wambea, S.Hut. dari Fakultas Kehutanan dan Iko Sisilia Heselo, S.Tp. dari Fakultas Teknologi Pertanian. Keduanya resmi menyandang gelar sarjana pada 12 Agustus 2026 lalu, sekaligus menjadi kelulusan perdana dari kerja sama Pemkab Keerom dan UNIPA.

 

Keberhasilan ini menjadi catatan penting bagi kabupaten yang berada di perbatasan RI-PNG tersebut. Langkah ini lahir dari Program 100 Doktor, sebuah inisiatif afirmasi pendidikan tinggi yang digagas oleh Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP., pada periode pertama kepemimpinannya.

 

Bupati Gusbager pun menyampaikan apresiasinya atas pencapaian kedua mahasiswa tersebut. Apalagi Edowardus dan Iko berhasil menyelesaikan pendidikan tepat waktu.

 

“Sore ini saya bertemu dengan dua lulusan pertama Program 100 Doktor. Satu dari Fakultas Kehutanan dan satu lagi dari Fakultas Teknologi Pertanian,” ungkap Bupati Gusbager, Kamis (8/10/2026).

 

Bupati dua periode itu menjelaskan bahwa Pemkab Keerom sebelumnya mengirimkan 50 anak daerah untuk menempuh studi di UNIPA melalui jalur afirmasi. Edowardus dan Iko menjadi rombongan pertama yang berhasil menuntaskan kuliah tepat waktu.

 

Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu juga menegaskan, program 100 doktor dirancang secara khusus untuk menyiapkan Orang Asli Papua (OAP) yang unggul, berdaya saing, dan siap kembali membangun daerahnya. Keberhasilan ini juga menjadi bukti nyata pemanfaatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) di sektor prioritas pendidikan.

 

Kemudian Edowardus Wambea, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Gusbager dan jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Keerom yang konsisten mendampingi para mahasiswa hingga lulus.

 

Senada dengan itu, Iko Sisilia juga bersyukur dapat menyelesaikan kuliah tanpa kendala berarti. Ia juga memberikan semangat kepada 48 rekannya yang masih berjuang di kampus UNIPA.

 

“Semoga teman-teman yang lain bisa menyusul, menuntaskan studi tepat waktu, dan segera kembali untuk berkarya,” tutur Iko.

 

Kehadiran dua sarjana baru ini menjadi sinyal positif bahwa investasi pendidikan di wilayah perbatasan bukan sekadar wacana, melainkan langkah konkrit menyiapkan masa depan Keerom yang lebih mandiri.

 

Sebelumnya, pada Oktober 2025 lalu, tujuh putra/putri asal Kabupaten Keerom, juga berhasil menuntaskan pendidikan Diploma III (D3) Teknologi Bank Darah di Politeknik Akbara Surakarta.

 

Mereka diwisuda bersama 100 wisudawan lainnya dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda tahun 2025 yang digelar di Ballroom Hotel Harris Solo, Selasa (21/10).

 

Keberhasilan ketujuh wisudawan ini merupakan hasil nyata dari program kerja sama yang diinisiasi oleh Bupati Gusbager dengan Politeknik Akbara Surakarta.

 

Tujuh wisudawan yang berhak mengenakan toga tersebut ialah Syalomita Putri Tamboto, Helena Boryam, Emerikus Numbun, Paskalius Kristian Ibe, Yosefa Mariana Wenege Beteop, Emerson Wambea dan Rosalia Hubi. (*)

Editor : Agung Trihandono
KEEROM Piter Gusbager