Bupati Keerom Serahkan 2 Truk Sampah dan Targetkan Pembangunan 2 TPA Baru 

Erianto Pasae • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 18:58 WIB
Bupati Keerom, Piter Gusbager didampingi Wakil Bupati Keerom, Daud, usai melakukan pemotongan pita penyerahan 2 truk sampah di Halaman Kantor Bupati Keerom, Senin (14/9/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO).
Bupati Keerom, Piter Gusbager didampingi Wakil Bupati Keerom, Daud, usai melakukan pemotongan pita penyerahan 2 truk sampah di Halaman Kantor Bupati Keerom, Senin (14/9/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO).

CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Bupati Keerom, Piter Gusbager, menyerahkan dua unit truk arm roll (truk bak pengangkut sampah) kepada Dinas Lingkungan Hidup, Ketahanan Pangan, dan Perikanan. 

 

Penyerahan armada ini berlangsung di Halaman Kantor Bupati Keerom, Senin (14/9/2026). Penyerahan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Keerom dalam menangani persoalan tata kota dan lingkungan hidup, dalam hal ini sampah.

 

Bupati Gusbager menegaskan bahwa seiring berkembangnya suatu wilayah menjadi kawasan perkotaan, masalah persampahan harus dikelola dengan serius.

 

"Kita tidak menginginkan sampah itu dibiarkan atau tidak diurus, yang pada akhirnya akan berakibat pada kesehatan lingkungan kita yang memburuk," ungkap Bupati Gusbager.

 

Ia menambahkan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya masalah lokal, melainkan tantangan yang dihadapi banyak negara dan kota di seluruh dunia.

 

Dua unit truk sampah yang diserahkan tersebut merupakan langkah rencana jangka panjang Pemkab Keerom.

 

Bupati Keerom dua periode itu menyatakan bahwa tahun depan, pemerintah daerah akan kembali menambah jumlah armada pengangkut sampah serta kendaraan operasional pelayanan publik lainnya, seperti mobil pemadam kebakaran.

 

Selain penambahan armada, Pemkab Keerom juga tengah mempercepat rencana pembangunan dua Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru yang akan menjangkau wilayah Skanto-Arso Barat dan Waris-Senggi.

 

"Segera direncanakan, lahannya kita siapkan, jangan lama-lama. Supaya orang datang di Keerom, orang mau tinggal, orang mau membuang duit di sini karena Keerom itu bersih. Kalau Keerom kotor, tidak ada yang mau datang," tegasnya.

 

Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu juga menekankan bahwa penyediaan fasilitas harus diimbangi dengan perubahan perilaku masyarakat. Ia menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya di Dinas Lingkungan Hidup, untuk menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah.

 

Edukasi dan kesadaran membuang sampah pada tempatnya, menurut Alumnus The University of Melbourne Australia itu harus ditanamkan sejak usia dini. Dimulai dari rumah tangga, sekolah, hingga lingkungan industri.

 

"Jangan sampai hutan kita, selokan kita, sungai kita menjadi tempat sampah. Sampah harus kita urus agar Kabupaten Keerom bersih, indah, bebas dari penyakit, dan bebas dari hal-hal yang membahayakan kehidupan kita," tegasnya.

 

Bupati Gusbager juga menitipkan agar kedua unit armada tersebut dijaga dan dirawat dengan baik sehingga dapat difungsikan dengan jangka waktu yang lama.

 

Tambahan armada ini disambut antusias oleh Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Keerom, Triyani Fugu. Ia menyebutka bahwa bantuan ini akan sangat membantu operasional pengangkutan sampah yang selama ini sangat minim.

 

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati karena selama 12 tahun kami hanya memiliki satu truk sampah, dan kondisinya sangat tidak layak serta hanya beroperasi seminggu sekali. Bantuan dua unit mobil ini akan sangat mempercepat layanan pengangkutan sampah," ungkap Triyani.

 

Selain armada pengangkut, Triyani juga mengapresiasi langkah kebijakan lingkungan yang diambil pemerintah daerah dalam pembatasan penggunaan kantong plastik.

 

“Terima kasih juga untuk Bapak Bupati yang sudah mengeluarkan surat edaran terkait pembatasan penggunaan kantong plastik," tutupnya. (*)

Editor : Weny Firmansyah
Ceposonline.com KEEROM