Bupati Keerom Tegaskan Tidak Boleh Ada Sekolah Kekurangan Guru

Erianto Pasae • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 09:25 WIB
Bupati Keerom, Piter Gusbager saat berfoto dengan para guru di SMPN 1 Senggi, Senin (31/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO).
Bupati Keerom, Piter Gusbager saat berfoto dengan para guru di SMPN 1 Senggi, Senin (31/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO).

CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang kekurangan tenaga pengajar.

Pemerintah Kabupaten Keerom segera menata penempatan tenaga pendidik dengan mendistribusikan guru-guru yang saat ini menumpuk di sekolah tertentu agar merata ke seluruh wilayah.

Menurut Bupati Gusbager, ketersediaan guru seharusnya sudah bukan lagi menjadi masalah utama. Pasalnya, pemerintah daerah telah melakukan rekrutmen tenaga pendidik secara masif dalam beberapa tahun terakhir.

“Pemerintah Kabupaten Keerom sudah tiga tahun berturut-turut mengangkat ratusan tenaga guru P3K dan guru PNS. Tidak ada alasan bagi kepala sekolah tidak melaporkan kondisi sekolahnya apabila terjadi kekurangan guru,” ungkap Bupati Gusbager kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di SMPN 1 Senggi, Senin (31/8/2026).

Bupati dua periode itu menginstruksikan agar setiap sekolah memiliki jumlah guru yang memadai dan meminta kepala sekolah proaktif dalam melaporkan kebutuhan tenaga pengajar di lapangan.

“Saya tidak ingin ada sekolah yang kekurangan guru karena alasan apa pun. Guru-guru yang ada menumpuk di sekolah-sekolah yang ada di Keerom akan kita distribusikan merata ke seluruh sekolah,” ujarnya.

Selain pemerataan tenaga pendidik, Pemkab Keerom juga memastikan ketersediaan infrastruktur dan fasilitas penunjang pendidikan.

Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu juga menyebutkan perangkat teknologi dan akses internet telah disalurkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

“Semua kita kasih fasilitas. Laptop kita bagi di seluruh sekolah, tidak ada lagi guru atau sekolah yang merasa tidak punya fasilitas, termasuk laptop, internet, dan lain-lain,” ucapnya.

Untuk mengatasi kendala jaringan internet di daerah pelosok, pemerintah telah menyediakan layanan internet satelit serta membangun infrastruktur telekomunikasi.

“Starlink sudah ada, dibagi seluruh sekolah. Semua kampung sudah ada 4G yang kita masukkan BTS 4G kemarin,” jelas Gusbager.

Dengan ketersediaan guru yang merata dan fasilitas teknologi yang memadai, Bupati Gusbager meminta seluruh orang tua mendorong para anak agar rajin ke sekolah.

“Tinggal sekarang mari kita semua, orang tua, guru, pemerintah, lingkungan masyarakat menjadi sebuah sistem yang selalu mendukung anak-anak untuk bisa rajin sekolah, karena mereka adalah masa depan Keerom,” pungkasnya. (*).

Editor : Lucky Ireeuw
guru KEEROM Piter Gusbager