CEPOSONLINE.COM, KEEROM-Pemerintah Kabupaten Keerom melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menjalin kerja sama dengan UNICEF dalam kegiatan Diseminasi Hasil Survei Cepat Komunitas (SCK) dan Penguatan Kesiapsiagaan Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grande Arso II, pada 13-14 Agustus.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, Turas, menyampaikan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari survei cepat yang telah dilakukan oleh tim Dinkes Keerom bersama UNICEF pada dua pekan sebelumnya.
Survei tersebut secara khusus menyasar empat puskesmas yang berada di kawasan perbatasan.
Langkah proaktif ini sebagai bentuk antisipasi daerah, menyusul risiko penularan pasca adanya status KLB Polio di negara tetangga, Papua Nugini (PNG), pada tahun lalu.
"Mengingat tahun lalu ada kejadian KLB Polio di PNG, inisiatif dari UNICEF dan Dinas Kesehatan mendorong survei cepat ini untuk mengantisipasi hal-hal apa yang harus kita lakukan ke depan," ungkap Turas.
Turas menegaskan, hingga saat ini, belum ada temuan kasus ataupun status KLB Polio di wilayah Kabupaten Keerom. Namun sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan PNG, penguatan kesiapsiagaan dan pencegahan menjadi fokus utama pemerintah daerah.
Hasil survei tersebut akan ditindaklanjuti melalui berbagai program di tingkat Dinas Kesehatan hingga puskesmas, dengan penekanan utama pada cakupan imunisasi.
"Pencegahan KLB ini bisa kita cegah melalui imunisasi. Dengan imunisasi, risiko bisa diminimalisir sehingga kejadian KLB polio di PNG tidak sampai masuk ke kita di wilayah Kabupaten Keerom," tegasnya.
Untuk memastikan kesiapsiagaan ini berjalan optimal hingga tingkat paling bawah, kegiatan diseminasi turut mengundang pihak-pihak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Para peserta terdiri dari kepala puskesmas, kepala distrik, kepala kampung, para kader di kampung, serta penanggung jawab imunisasi di tingkat puskesmas.
Adapun narasumber inti yang dihadirkan untuk memberikan pemaparan berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan pihak UNICEF. (*).
Editor : Elfira Halifa