CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Bupati Keerom, Piter Gusbager, diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Linus Pasarrang membuka Seminar Awal Kajian Etnografi Kabupaten Keerom, yang berlangsung di Aula Bappelitbangda Keerom, Jumat (7/8/2026).
Kajian etnografi ini digunakan untuk mendata dan memetakan struktur sosial, hak ulayat dan sejarah lokal suku-suku asli secara ilmiah di Kabupaten Keerom.
Dalam penyusunan kajian, Pemkab Keerom menggandeng Universitas Cenderawasih (Uncen) sebagai tim penyusun naskah akademik.
Penyusunan kajian ini merupakan bentuk implementasi pendekatan pembangunan berbasis kearifan lokal yang melibat melibatkan suku-suku atau masyarakat adat.
Hasil kajian ini tentunya akan menjadi rujukan utama untuk memastikan program pembangunan pemerintah tidak berbenturan dengan nilai-nilai adat setempat.
Dalam sambutannya, Plt Sekda Linus mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Keerom mendukung upaya perlindungan masyarakat hukum adat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
“Program pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi saja, tetapi juga menghargai budaya, adat istiadat dan hak-hak masyarakat dengan memperhatikan aspirasi dan nilai-nilai lokal yang telah diwariskan secara turun-menurun,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Linus mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi aktif dalam proses kajian ini. “Berikan informasi yang benar, objektif dan lengkap sehingga hasilnya benar-benar menggambarkan kehidupan orang marap dan suku lainnya secara utuh, juga dokumen ini akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah pada masa mendatang,” pungkasnya. (eri).
Seminar tersebut turut dihadiri Asisten Setda, Staf Ahli, pimpinan OPD, akademisi Uncen, Dewan adat/Lembaga adat, Kepala Distrik, Kepala Kampung, perwakilan masyarakat adat 7 suku. (*)
Editor : Weny Firmansyah