SPBT Bakal Hadir di 10 Kampung, Apa Manfaatnya bagi Petani Jayapura?

Rohana Wenggi • Dipublikasikan Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:57 WIB
Rapat koordinasi Pemerintahan Kabupaten Jayapura bersama PT. Palma Pertiwi Makmur, dalam mendukung produktivitas ekonomi masyarakat, di Grand Cartenz Hotel, Rabu (21/10/2026).(CEPOSONLINE.COM/ROHANA WENGGI)
Rapat koordinasi Pemerintahan Kabupaten Jayapura bersama PT. Palma Pertiwi Makmur, dalam mendukung produktivitas ekonomi masyarakat, di Grand Cartenz Hotel, Rabu (21/10/2026).(CEPOSONLINE.COM/ROHANA WENGGI)

CEPOSONLINE.COM,SENTANI-PT Palma Pertiwi Makmur (PPM) bersama Pemerintah Kabupaten Jayapura menyiapkan program kedaulatan pangan dan energi yang akan diuji coba di 10 kampung.

 

Program ini mencakup penyediaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Terbatas (SPBT) untuk mendukung aktivitas pertanian dan meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat.

 

Presiden Direktur PT Palma Pertiwi Makmur, Mardianto, mengatakan program tersebut merupakan kontribusi sektor usaha dalam mendukung kedaulatan pangan dan energi, yang dimulai dari kampung.

 

Menurutnya, SPBT disiapkan untuk memudahkan masyarakat memperoleh bahan bakar minyak (BBM), terutama bensin dan solar, guna menunjang penggunaan alat dan mesin pertanian.

 

“Kalau alat pertanian masuk, masyarakat harus tahu membeli bensin dan solar di mana. Itu yang ingin kita siapkan. Energi dibutuhkan agar pekerjaan bisa berjalan,” jelasnya, Rabu (21/10/2026).

 

Sementara itu, Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menegaskan kerja sama dengan PT Palma tidak bertujuan menjual tanah adat atau mengambil hak masyarakat.

 

Saat ini, pemerintah daerah masih melengkapi dan menyempurnakan dokumen persyaratan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

 

“Pemerintah daerah melalui dinas terkait akan melengkapi semua yang masih harus dilengkapi. Setelah semuanya lengkap, akan kami kembalikan lagi ke PT Palma,” tutup Yunus. (*)

Editor : Elfira Halifa
Jayapura pangan