Wapres Tak Hadir, Yunus Wonda Tegaskan FDS XV Tetap Meriah

Priyadi Cepos Online • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 10:06 WIB
Bupati Jayapura Yunus Wonda memberikan keterangan pers terkait rencana pembukaan FDS XV, Kamis (3/9/2026), dan yang hadir Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia Ni Luh Enik Ermawati. Rabu (2/9/2026). (CEPOSONLINE.COM/Priyadi)
Bupati Jayapura Yunus Wonda memberikan keterangan pers terkait rencana pembukaan FDS XV, Kamis (3/9/2026), dan yang hadir Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia Ni Luh Enik Ermawati. Rabu (2/9/2026). (CEPOSONLINE.COM/Priyadi)

CEPOSONLINE.COM, SENTANI-Ketidakhadiran Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka serta Menteri Pariwisata tidak menyurutkan persiapan Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk menyukseskan puncak Festival Danau Sentani (FDS) XV Tahun 2026.

Bupati Jayapura, Yunus Wonda, memastikan seluruh rangkaian FDS XV tetap berlangsung sesuai agenda. Puncak festival dijadwalkan digelar selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 September 2026 di kawasan Danau Sentani. Sebelumnya, rangkaian pra-event telah berlangsung pada 25–29 Agustus 2026 dan mendapat antusiasme masyarakat.

Yunus menjelaskan, ketidakhadiran Wakil Presiden disebabkan adanya agenda kenegaraan yang tidak dapat ditinggalkan. Selain itu, kondisi bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah juga menjadi perhatian pemerintah pusat.

“Wakil Presiden tidak bisa hadir mengingat ada agenda-agenda negara yang tidak bisa beliau tinggalkan. Beliau menyampaikan secara resmi kepada panitia bahwa belum bisa hadir dalam event tahun ini,. Namun yang hadir Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia Ni Luh Enik Ermawati,"ujar Yunus Wonda, dalam memberikan keterangan pers di lokasi FDS di Pantai Khalkote Distrik Sentani Timur, Rabu (2/9/2026).


Yunus mengakui, pembatalan kehadiran Wakil Presiden maupun Menteri Pariwisata kemungkinan menimbulkan kekecewaan bagi sebagian masyarakat. Namun, ia meminta hal tersebut tidak mengurangi semangat masyarakat untuk menyukseskan festival.

Menurutnya, FDS bukan sekadar seremoni atau bergantung pada kehadiran pejabat tertentu. Festival tersebut merupakan ruang bagi masyarakat adat Papua, khususnya Kabupaten Jayapura, untuk memperkenalkan kekayaan budaya, tradisi dan kearifan lokal kepada masyarakat luas.

“Event ini tidak tergantung kepada siapa-siapa. Event ini adalah event kita, event masyarakat adat. Kita tetap tunjukkan budaya kita, kita tetap tunjukkan kearifan kita, tetap kita tunjukkan budaya-budaya yang ada di Kabupaten Jayapura dan kabupaten-kabupaten tetangga,” tegasnya.

Yunus memastikan perubahan kehadiran tamu utama tidak memengaruhi rangkaian acara yang telah dipersiapkan panitia.

“Agendanya tetap. Tidak ada satu pun karena ketidakhadiran Wakil Presiden kemudian kita potong. Tidak. Agendanya tetap event normal,” katanya.

Sejumlah agenda budaya dan pertunjukan tetap akan digelar, termasuk karnaval budaya yang menampilkan keberagaman budaya masyarakat Papua di hadapan para tamu undangan.

Selain itu, pengunjung juga akan disuguhkan berbagai atraksi di Danau Sentani serta tarian Isosolo yang melibatkan hampir 20 kampung. Tradisi dan atraksi budaya seperti tokok sagu dan ulat sagu juga tetap menjadi bagian dari rangkaian FDS XV.

Tidak hanya tamu dari dalam negeri, FDS XV juga dijadwalkan dihadiri Duta Besar Rusia bersama rombongan yang akan tiba pada pagi hari dan mengikuti rangkaian puncak festival.

Yunus menilai FDS XV menjadi momentum penting bagi kepemimpinannya untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan potensi budaya Kabupaten Jayapura.

Ia berharap pelaksanaan tahun ini dapat menjadi pijakan untuk penyelenggaraan FDS pada tahun-tahun mendatang agar semakin besar, berkualitas dan mampu menarik lebih banyak wisatawan maupun tamu dari dalam dan luar negeri.

“Ini event pertama di pimpinan kami. Ibaratnya ini kita promosi, supaya di tahun-tahun yang akan datang akan jauh lebih baik lagi,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa batalnya kehadiran Wakil Presiden maupun pejabat Kementerian Pariwisata bukan merupakan kesalahan panitia. Menurutnya, seluruh pihak telah berupaya maksimal mempersiapkan kehadiran para pejabat negara tersebut.

“Ini bukan kesalahan panitia. Kami semua sudah berusaha semaksimal mungkin. Kalau mau disalahkan, salahkan Bupati. Saya yang disalahkan dan saya yang bertanggung jawab untuk semua ini. Saya siap ketika disalahkan. Jangan panitia,” tegas Yunus.(*)

Editor : Lucky Ireeuw
Yunus Wonda Kabupaten Jayapura fds