CEPOSONLINE.COM,SENTANI - Bupati Jayapura Yunus Wonda berkomitmen menertibkan dan menutup aktivitas tambang ilegal yang beroperasi di kawasan Bumi Perkemahan (Buper) Waena, Kota Jayapura.
Aktivitas tambang tersebut diduga berdampak terhadap aliran air yang bermuara di kawasan Jembatan Dua, Distrik Sentani Timur, hingga Danau Sentani.
Yunus Wonda mengatakan, keberadaan aktivitas tambang tersebut menjadi perhatian serius karena dikhawatirkan menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan ekosistem Danau Sentani.
“Saya berencana menutup tambang-tambang tersebut karena dampaknya terhadap lingkungan, khususnya Danau Sentani, sudah terlalu berbahaya,” tegas Yunus, Senin (24/8/2026) di sela-sela persiapan Pra FDS.
Menurutnya, limbah dari aktivitas pertambangan dikhawatirkan membawa material berbahaya seperti merkuri yang dapat mencemari aliran sungai hingga masuk ke Danau Sentani.
Ia menilai kondisi air di kawasan Jembatan Dua saat ini perlu mendapat perhatian serius karena air yang mengalir ke arah danau kerap terlihat keruh dan berwarna kecokelatan.
“Air dari Jembatan Dua tidak pernah terlihat jernih. Selalu keruh dan berwarna cokelat. Ini sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.
Yunus mengkhawatirkan pencemaran tersebut tidak hanya berdampak terhadap kualitas air, tetapi juga dapat mengancam habitat dan biota yang hidup di Danau Sentani. Kondisi itu pada akhirnya dapat berdampak terhadap masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sumber daya danau.
Menurutnya, apabila aktivitas pertambangan terus dibiarkan, kerusakan lingkungan akan semakin meluas dan berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.
“Kalau aktivitas tambang ini terus dibiarkan, lama-lama seluruh habitat yang hidup di dalam danau bisa mati. Bukan hanya makhluk hidup di dalam danau, tetapi manusia juga bisa terancam,” katanya.
Yunus menegaskan, langkah penertiban akan dilakukan setelah pelaksanaan Festival Danau Sentani. Pemerintah Kabupaten Jayapura akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk tokoh adat, Ondoafi, Ondofilo dan aparat keamanan.
“Saya serius. Saya akan berkoordinasi dengan tokoh-tokoh adat, termasuk Ondoafi, Ondofilo, kemudian Polres Jayapura dan pihak terkait lainnya untuk melakukan penertiban dan menutup tambang di area Buper,” jelasnya. (*)
Editor : Agung Trihandono