Aksi KNPB di Jayapura Memanas, Massa dan Polisi Dilaporkan Terluka

Elfira Halifa • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:01 WIB
Massa aksi saat menyampaikan aspirasi di Lingkaran Abepura, Sabtu (15/8/2026).(CEPOSONLINE.COM/ELFIRA)
Massa aksi saat menyampaikan aspirasi di Lingkaran Abepura, Sabtu (15/8/2026).(CEPOSONLINE.COM/ELFIRA)

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA-Sejumlah peserta aksi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dilaporkan mengalami luka-luka saat menggelar demonstrasi di sejumlah titik di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (15/8/2026).

Aksi tersebut digelar dalam rangka memperingati 64 tahun Perjanjian New York (New York Agreement) yang ditandatangani pada 15 Agustus 1962. Dalam aksi kali ini, KNPB mengangkat tema nasional “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan.”

Pengurus Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Papua, Emanuel Gobay, mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai sejumlah peserta aksi yang terluka.

Menurut Emanuel, dua orang dilaporkan terluka saat aksi berlangsung di kawasan Perumnas 3. Sementara beberapa orang lainnya disebut mengalami luka-luka di kawasan Pos 7 Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Data yang kami terima seperti itu, diperkuat juga dengan foto-foto yang kami dapatkan. Ada yang baju hitam, ada juga yang beralmamater kuning. Mereka tergeletak,” kata Emanuel saat ditemui di lokasi aksi di Lingkaran Abepura, Sabtu (15/8/2026).

Selain peserta aksi, Emanuel menyebut terdapat pula anggota kepolisian yang mengalami luka dalam rangkaian aksi tersebut.

“Polisi juga ada yang terluka, namun itu bisa dikroscek langsung ke mereka,” ujarnya.

Sementara itu,  aksi KNPB masih berlangsung di sejumlah lokasi, termasuk kawasan Lingkaran Abepura, Kota Jayapura.

Sebelumnya, aksi di kawasan Pos 7 Sentani juga dilaporkan sempat diwarnai pembubaran massa oleh aparat keamanan. Sementara di Perumnas 3 diwarnai dengan insiden saling lempar. (*)

Editor : Agung Trihandono
KNPB Jayapura