Diduga Keracunan MBG, DPRK Jayapura Keluarkan Sikap Tegas 

Priyadi Cepos Online • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 18:57 WIB

Para siswa di Distrik Depapre yang diduga mengalami keracunan MBG saat dilarikan menggunakan speedboat, Selasa (4/8/2026)
Para siswa di Distrik Depapre yang diduga mengalami keracunan MBG saat dilarikan menggunakan speedboat, Selasa (4/8/2026)

CEPOSONLINE.COM,SENTANI- Dugaan keracunan makanan yang dialami sejumlah murid sekolah di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, mendapat perhatian dari DPRK Jayapura. Sekitar 20 anak dilaporkan kini mendapat penanganan di Puskesmas Depapre.

 

Sekretaris Komisi A DPRK Jayapura, Ferianto Ragalawa, meminta dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sementara dihentikan operasionalnya.

 

Menurut Ferianto, penghentian sementara perlu dilakukan sampai seluruh proses pemeriksaan dan evaluasi terhadap makanan serta standar pengolahan di dapur SPPG selesai dilakukan.

 

“Untuk sementara dapur tersebut harus ditutup dulu. Periksa semua standar yang ada di dapur, apakah sudah sesuai aturan atau tidak, dan cari tahu penyebabnya,” ujar Ferianto, Selasa (4/8/2026)

 

Ia juga meminta Pansus MBG DPRK Jayapura mengambil langkah cepat dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap standar operasional dapur SPPG, termasuk proses pengolahan dan penyediaan makanan kepada siswa.

 

Ferianto menegaskan, langkah tersebut bukan untuk menghentikan program MBG, tetapi sebagai upaya memastikan makanan yang diberikan kepada anak-anak benar-benar aman dan memenuhi standar kesehatan.

 

“Setelah ada hasil pemeriksaan, baru bisa dibuka dan beroperasi kembali,” katanya.

 

Ferianto menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, jumlah anak yang mengalami keluhan diduga akibat makanan tersebut mencapai sekitar 20 orang. 

 

Para siswa dilaporkan berdatangan ke Puskesmas Depapre sejak sore hingga malam untuk mendapatkan penanganan medis.

 

Ia meminta persoalan tersebut segera ditangani karena menyangkut keselamatan anak-anak yang merupakan generasi penerus Papua.

 

“Kasihan anak-anak kita. Mereka adalah generasi masa depan Papua. Kalau sampai terjadi sesuatu, tentu sangat disayangkan,” ujarnya.

 

Sebagai Sekretaris Komisi A DPRK Jayapura yang membidangi pemerintahan, hukum dan keamanan, Ferianto menilai aspek keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama dalam penanganan kejadian tersebut.

 

Ia berharap pemeriksaan dapat segera dilakukan untuk memastikan penyebab dugaan keracunan dan mencegah kejadian serupa kembali terjadi.(*)

Editor : Abdel Gamel Naser
Kabupaten Jayapura Ceposonline.com Makan Bergizi Gratis (MBG)