CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perikanan menggelar Sosialisasi Penerapan Sistem Rantai Dingin bagi Pelaku Usaha Perikanan Orang Asli Papua (OAP), Selasa (20/10/2026).
Kegiatan ini ditujukan untuk menjaga kesegaran, sanitasi, serta mutu kualitas hasil tangkapan laut, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi para nelayan dan pedagang ikan lokal di Kota Jayapura.
Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., dalam keterangan menegaskan pentingnya pemahaman terkait rantai pasok pendingin bagi para nelayan maupun pedagang ikan segar OAP. Menurutnya, mutu ikan yang terjaga dengan baik berbanding lurus dengan nilai jual yang diperoleh para pelaku usaha.
"Penerapan sistem rantai dingin ini sangat penting. Rantainya adalah es batu yang tidak boleh putus dari satu titik pun, mulai dari laut saat penangkapan, perahu, Tempat Pelelangan Ikan (TPI), pasar, hingga sampai di meja makan masyarakat," ujar Rustan.
Menurutnya, apabila konsep ini dapat dipahami dengan benar oleh para nelayan, maka dengan sendirinya mutu ikan tetap terjaga, sehingga berdampak pada harga dan otomatis kesejahteraan nelayan serta mama-mama penjual ikan OAP akan meningkat.
Selain melatih teknik menjaga kesegaran ikan, sosialisasi ini kata wakil walikota itu juga memberikan edukasi pentingnya menghindari penggunaan bahan kimia berbahaya seperti formalin atau boraks sebagai cara praktis pengawetan.
"Penggunaan formalin dan boraks itu sangat berbahaya karena merupakan racun yang merusak kesehatan secara perlahan. Melalui edukasi ini, para pedagang dan masyarakat diajarkan cara membedakan mana ikan segar alami dan mana yang berformalin, agar seluruh warga Kota Jayapura mengonsumsi ikan yang aman dan sehat," jelasnya.
Lebih lanjut, Rustan menginstruksikan Dinas Perikanan Kota Jayapura untuk tidak hanya berhenti pada tahap pelatihan, tetapi juga memberikan bantuan peralatan pendukung serta pembinaan berkelanjutan.
Menurutnya, penentu utama keberhasilan usaha perikanan bukanlah seberapa jauh nelayan melaut atau seberapa banyak ikan yang ditangkap, melainkan bagaimana menjaga mutu ikan agar tetap bernilai ekonomis tinggi dan siap bersaing di pasar ekspor.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura, Matheys Sibi, S.ST.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh dua persoalan utama di lapangan, yakni masalah tingkat kesegaran ikan serta standar penanganan hasil tangkapan.
"Kami ingin memastikan kualitas komoditas unggulan seperti tuna, cakalang, dan ekor kuning tetap terjaga dari tingkat penangkapan hingga industri. Hal ini penting karena komoditas tersebut bukan hanya untuk konsumsi masyarakat lokal Jayapura yang populasinya tinggi, tetapi juga memiliki potensi pasar ekspor," terang Matheys.
Adapun sasaran utama kegiatan ini kata Matheys mencakup para nelayan dan mama-mama pedagang ikan OAP yang terlibat langsung dalam rantai produksi dan distribusi perikanan.
"Tujuan utama sosialisasi ini adalah meningkatkan pemahaman pelaku usaha perikanan mengenai penerapan rantai dingin, sanitasi, dan higiene. Selain itu, kami juga ingin mengedukasi konsumen mengenai manfaat penggunaan es dalam penanganan ikan," tambahnya.
Sebagai informasi adapun kegiatan ini turut menghadirkan para pemateri pakar dari kalangan akademisi Universitas Cenderawasih (Uncen) serta perwakilan instansi teknis terkait, yang memberikan pembekalan teori dan praktik penanganan perikanan secara higienis dan berkelanjutan. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser