CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Langkah diplomasi antar-daerah kembali diperkuat oleh Pemerintah Kota Jayapura melalui kehadiran langsung Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Kamis (15/10/2026).
Kedatangan Abisai di kota tersebut menandai dimulainya partisipasi aktif Kota Jayapura dalam Rapat Kerja Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang berlangsung selama tiga hari hingga 17 Oktober 2026.
Setibanya di Kota Singkawang, Wali Kota Abisai Rollo disambut secara resmi oleh jajaran perwakilan Pemerintah Kota Singkawang, yang diwakili oleh Staf Ahli Wali Kota bersama Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Prosesi penyambutan hangat ini merupakan bagian dari rangkaian protokoler penerimaan para kepala daerah dari seluruh penjuru Nusantara yang hadir dalam perhelatan nasional tersebut.
"APEKSI ini menjadi forum penting bagi pemerintah kota untuk saling bertukar pengalaman, dalam penyelenggaraan pemerintahan, serta memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah," kata Abisai.
Lebih jauh pria yang akrab disapa ABR itu menjelaskan bahwa partisipasi Pemerintah Kota Jayapura dalam ajang APEKSI kali ini menegaskan komitmen daerah untuk mempererat sinergi, memperluas jejaring kerja sama, serta memperkuat koordinasi antarpemerintah kota di Indonesia.
"Sebagai wadah yang menghimpun 98 kota, APEKSI menjadi sarana strategis bagi para kepala daerah untuk berbagi gagasan, pengalaman, serta mencari solusi atas berbagai tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks," tambah Abisai menjelaskan.
Adapun rangkaian Rapat Kerja APEKSI tahun 2026 di Kota Singkawang ini mengusung agenda khusus berupa Rembuk Kebudayaan.
Forum ini secara khusus dirancang untuk membedah peran krusial sektor kebudayaan dalam pembangunan kota, dengan fokus utama pada perlindungan identitas lokal, pelestarian warisan budaya, dan optimalisasi potensi daerah untuk mendukung kemajuan yang inklusif.
Bagi Pemerintah Kota Jayapura, keikutsertaan dalam perhelatan ini menjadi momentum penting untuk menggali berbagai inovasi tata kelola pemerintahan yang berbasis kebudayaan.
Pengalaman serta referensi yang didapat selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan secara fleksibel sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat di Kota Jayapura.
"Khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendorong pembangunan perkotaan yang berkelanjutan tanpa kehilangan jati diri serta kekayaan budaya lokal," pungkasnya. (*)
Editor : Elfira Halifa