Pemkot Mantapkan Persiapan Festival Port Numbay Wujud Pelestarian Budaya dan Kebangkitan UMKM

Jimianus Karlodi • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 03:37 WIB
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H. (Humas Pemkot Jayapura)
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H. (Humas Pemkot Jayapura) 

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - ​Langkah strategis terus ditunjukkan oleh Pemerintah Kota Jayapura dalam menggalang kekuatan kebudayaan dan potensi pariwisata daerah sebagai instrumen utama pembangunan masyarakat.

 

Keseriusan tersebut diwujudkan melalui rencana perhelatan akbar Festival Port Numbay 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada, 23 hingga 25 Oktober 2026 mendatang. 

 

Agenda tahunan bernilai kebudayaan tinggi ini dipusatkan di kawasan Pantai Pasir 1 dan Pasir 2, Holtekamp, Kampung Holtekamp, Kota Jayapura, serta dirancang sebagai wadah integrasi antara pelestarian tradisi, promosi wisata bahari, dan penguatan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.

 

​Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., menegaskan bahwa penyelenggaraan festival ini tidak semata-mata menjadi ajang seremonial pariwisata daerah, melainkan manifestasi nyata dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga identitas dan merawat warisan leluhur. 

 

Melalui festival ini, kekayaan serta keunikan tradisi masyarakat adat Port Numbay diharapkan dapat diperkenalkan secara lebih luas kepada publik, baik di tingkat nasional maupun mancanegara. Keindahan bentang alam pesisir Holtekamp yang dipadukan dengan atraksi seni budaya lokal diyakini mampu memperkuat posisi Kota Jayapura sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Tanah Papua.

 

"Festival in merupakan salah satu upaya untuk menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal Port Numbay kepada masyarakat luas. Selain menjadi ruang pelestarian tradisi, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat daya tarik pariwisata Kota Jayapura," kata Abisai, Rabu (14/10/2026).

 

​Selain berorientasi pada aspek kebudayaan dan pariwisata, Walikota Jayapura itu menjelaskan bahwa Festival Port Numbay 2026 juga didesain secara khusus untuk memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal. 

 

Pemerintah Kota Jayapura memprioritaskan keterlibatan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta komunitas ekonomi kreatif dengan menyediakan ruang pameran dan pemasaran produk-produk unggulan daerah. 

 

Langkah ini diambil guna mendorong kebangkitan ekonomi warga setempat, memperluas akses pasar bagi produk lokal, serta menciptakan pendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.

 

"Festival Port Numbay juga diharapkan memberikan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM untuk memperkenalkan serta memasarkan produk unggulan mereka. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang budaya dan pariwisata, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat," jelas Abisai dengan penuh harapan.

 

​Guna menyukseskan gelaran akbar tersebut, Pemerintah Kota Jayapura mengajak seluruh lapisan masyarakat, tokoh adat, pelaku usaha, hingga segenap pemangku kepentingan untuk berpartisipasi aktif dan bersinergi. 

 

Wali Kota menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan gotong royong dalam merawat warisan budaya sekaligus menjaga kelestarian alam Port Numbay. 

 

"Mari kita bersama-sama menjaga, melestarikan, dan mempromosikan kekayaan budaya serta keindahan alam Port Numbay kepada Indonesia dan dunia," ajak Abisai penuh optimis.

 

Untuk itu ia kembali mengharapkan melalui Festival Port Numbay 2026 kekayaan budaya lokal semakin dikenal, potensi wisata semakin berkembang, serta pelaku UMKM dan ekonomi kreatif memperoleh kesempatan untuk tumbuh. 

 

Selain itu, Festival ini diharapkan menjadi wadah kebersamaan antara pemerintah, masyarakat adat, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkenalkan identitas Port Numbay sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
pariwisata Jopalala Abisai Rollo