
CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA -Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru menyinggung beberapa OPD yang tak hadir dalam bimtek terkait kebencanaan, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, ketidakhadiran beberapa instansi kunci sangat disayangkan karena urusan penanggulangan dan pemulihan pascabencana membutuhkan kesiapsiagaan, pemahaman, serta sinergi lintas sektor yang benar-benar terpadu.
Ia menyebut beberapa instansi teknis vertikal, BUMN, BUMD, hingga OPD internal Pemkot Jayapura yang belum hadir seperti Balai BMKG, kemudian PLN, BPJS.
Termasuk beberapa OPD kita juga ada yang tidak hadir. Karena ketika bencana itu kan tidak memandang siapa. Semua OPD terkait juga harus saling membantu sesuai dengan tugas pokok masing-masing," ujar Rustan.
Rustan menguraikan bahwa penanganan pascabencana tidak sebatas pada proses evakuasi fisik atau penyaluran bantuan darurat awal semata. Ketika bencana melanda suatu wilayah, timbul kompleksitas persoalan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan dasar warga terdampak.
Masalah administrasi kependudukan yang rusak atau hilang, ijazah sekolah yang tertimbun, urusan ketenagakerjaan, jaminan kesehatan melalui BPJS, hingga ketersediaan pasokan listrik dan air bersih dari PDAM merupakan serangkaian problem nyata yang wajib ditangani secara cepat dan bersama-sama.
Oleh sebab itu, Wakil Wali Kota menekankan perlunya koordinasi terstruktur agar penanganan di lapangan berada dalam satu komando, satu sistem data, dan satu pola kerja yang sistematis demi menghindari tumpang tindih maupun keterlambatan pelayanan.
Melalui evaluasi ini, Pemkot Jayapura berharap seluruh instansi vertikal, BUMN/BUMD, serta OPD terkait di lingkungan pemerintah daerah dapat menyelaraskan komitmen dan meningkatkan disiplin kehadiran dalam setiap koordinasi kebencanaan. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser