Kodam Baru di Papua Tengah Dinamai Kodam XXIX/Mambruk, Ini Maknanya 

Theresia F. Tekege • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 10:43 WIB
Komandan Korem (Danrem) 173/Praja Vira Braja (PVB), Brigadir Jenderal TNI Vivin Alivianto. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV)
Komandan Korem (Danrem) 173/Praja Vira Braja (PVB), Brigadir Jenderal TNI Vivin Alivianto. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV)

CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Papua Tengah akan memiliki Komando Daerah Militer (Kodam) baru yang diberi nama Kodam XXIX/Mambruk. Kodam Mambruk menjadi salah satu dari enam Kodam baru yang dikukuhkan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI, Senin (5/10/2026).

Komandan Korem (Danrem) 173/Praja Vira Braja (PVB), Brigadir Jenderal TNI Vivin Alivianto, mengatakan kehadiran Kodam Mambruk menjadi bagian dari pengembangan organisasi TNI sekaligus momentum penting bagi Papua Tengah.

“Sebentar lagi akan dilaksanakan pengukuhan Kodam baru. Ada enam Kodam, salah satunya adalah Kodam XXIX di Papua Tengah dengan nama Kodam Mambruk,” ujar Vivin usai mengikuti upacara HUT ke-81 TNI di Lapangan Sapta Marga Kodim Nabire, Papua Tengah, Senin (5/10/2026).


Ia menjelaskan, enam Kodam baru yang dikukuhkan terdiri dari Kodam Kepulauan Riau, Kodam Yogyakarta, Kodam Maluku Utara, Kodam Nusa Tenggara Barat, Kodam Nusa Tenggara Timur, dan Kodam Papua Tengah.

Menurut Vivin, nama Mambruk diambil dari salah satu jenis burung yang dikenal memiliki mahkota. Nama tersebut kemudian digunakan sebagai identitas Kodam XXIX di Papua Tengah.

“Mambruk adalah nama burung. Kalau tertulis di Wikipedia, mambruk merupakan sejenis burung dara yang berukuran besar, seperti burung merpati, tetapi memiliki mahkota. Dia juga terkenal setia dan menjadi pemimpin perang di udara,” katanya.

Untuk memimpin Kodam Mambruk, kata Vivin, telah ditunjuk Mayor Jenderal TNI Aminton Manurung yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Darat (Asops Kasad) di Mabesad.

“Pangdamnya juga dari kemarin sudah diutus, beliau Mayor Jenderal TNI Aminton Manurung. Saat ini beliau menjabat sebagai Asisten Operasi Kasad di Mabesad,” ujarnya.

Vivin mengatakan, kehadiran Kodam Mambruk menjadi bagian dari perjalanan baru organisasi TNI di Papua Tengah. Menurutnya, keberadaan Kodam baru tersebut harus tetap dibarengi dengan penguatan hubungan antara TNI dan masyarakat.

“Bagi kami, khususnya Korem 173/Praja Vira Braja, peringatan HUT TNI tahun ini memiliki makna yang sangat penting. Wilayah Papua Tengah merupakan tanah yang kaya akan keberagaman suku, agama, budaya dan adat istiadat,” katanya.

Karena itu, lanjut Vivin, kebersamaan, komunikasi dan kemanunggalan TNI dengan rakyat menjadi kekuatan penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Oleh karena itu, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh Forkopimda, para Komandan Satuan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini telah memberikan dukungan, kerja sama, doa dan kepercayaan kepada kami,” ujarnya.

Ia menambahkan, rangkaian HUT ke-81 TNI di Papua Tengah juga diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari perlombaan, bakti sosial, pembersihan lingkungan hingga anjangsana.

“Peringatan HUT ke-81 TNI bukan sekadar kegiatan seremonial atau perayaan ulang tahun semata. Lebih dari itu, momentum ini merupakan kesempatan bagi kita semua untuk mengenang perjalanan panjang pengabdian TNI, menghormati jasa para pendahulu, sekaligus melakukan refleksi dan meneguhkan kembali komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara,” pungkasnya. (*)

Editor : Agung Trihandono
danrem Papua Tengah