CEPOSONLINE, JAYAPURA - Pemerintah Kota Jayapura bergerak cepat merespons ancaman bencana banjir yang membayangi wilayah pemukiman warga saat intensitas curah hujan tinggi.
Wakil Walikota Jayapura, Rustan Saru, menyisir langsung sejumlah titik lokasi yang menjadi pusat penyumbatan aliran air di kawasan Kelurahan Wai Mhorock, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Jumat (2/10/2026).
Penyisiran dan penanganan difokuskan pada kawasan terdampak yang meliputi wilayah Vim Kotajaya, lingkungan Pasir Dua Terba, serta area sekitarnya. Lokasi-lokasi tersebut diketahui sempat terendam genangan air cukup tinggi ketika hujan deras mengguyur wilayah Kota Jayapura dalam beberapa hari terakhir.
Guna memulihkan fungsi drainase dan meminimalkan risiko banjir susulan, Pemkot Jayapura mengerahkan aksi tanggap lingkungan secara masif. Seluruh lini pemerintahan daerah mulai dari tingkatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran distrik, hingga pihak kelurahan dikerahkan ke lapangan untuk melakukan pembersihan bersama.
Aksi kerja bakti massal ini berlangsung intensif sejak pukul 06.00 hingga 10.00 WIT. Petugas bersinergi membersihkan endapan lumpur, potongan kayu, serta tumpukan sampah domestik yang menyumbat saluran air di sepanjang pemukiman warga.
Dalam pemantauan di lapangan, Wakil Walikota Rustan Saru tak canggung turun langsung mendekati gorong-gorong dan saluran air. Dengan mengenakan sarung tangan pelindung, ia ikut mengangkat tumpukan sampah dan potongan kayu yang menyumbat aliran air bersama para petugas dan masyarakat.
"Di sini beberapa hari pernah terjadi banjir ketika hujan turun, maka area Vim Kotajaya dan sekitarnya, termasuk sekitar Pasir Dua Terba, kita bersihkan. Pemerintah daerah dari OPD, kelurahan, hingga distrik semua turun tangan," kata Rustan Saru saat ditemui di lokasi pembersihan.
Rustan bersyukur seluruh rangkaian kegiatan pembersihan berjalan aman dan lancar tanpa kendala berarti. Menurutnya, pengerahan seluruh perangkat daerah ini merupakan bukti konkret komitmen dan kepedulian Pemkot Jayapura dalam menjaga kelestarian lingkungan serta kebersihan wilayah perkotaan.
Di sela-sela pembersihan, Rustan menekankan bahwa aksi fisik yang dilakukan pemerintah tidak akan berdampak jangka panjang tanpa adanya perubahan mental dan kebiasaan dari warga masyarakat. Ia mengingatkan bahwa persoalan tumpukan sampah yang memicu banjir sebagian besar berakar dari perilaku manusia itu sendiri.
"Ini adalah kota kita, ini rumah besar kita, kita tinggal di sini. Mari sama-sama kita bekerja sama menjaga tempat tinggal kita masing-masing, menjaga halaman kita, menjaga kompleks kita, menjaga kota kita agar bersih dari sampah. Dan jangan buang sampah sembarangan karena sampah itu akan muncul dari ulah kita sendiri. Maka solusinya adalah dari diri kita sendiri juga," tegas Rustan.
Ia meyakini bahwa perubahan perilaku kolektif masyarakat merupakan benteng utama dalam mencegah bencana banjir serta menciptakan iklim kota yang sehat.
"Saya yakin dan percaya kalau semua masyarakat, semua elemen bekerja sama untuk tidak sembarang membuang sampah, saya yakin kota akan bersih, kota akan indah, kota akan nyaman," lanjutnya.
Lebih lanjut, Wakil Walikota menguraikan bahwa kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sangat erat kaitannya dengan kualitas kesehatan masyarakat. Menurutnya, pembiaran tumpukan sampah tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menebar ancaman penyakit.
Ia menggarisbawahi bahwa Pemkot Jayapura telah memfasilitasi kebutuhan penanganan sampah warga melalui penyediaan armada dan infrastruktur penunjang. Karena itu, masyarakat diminta bersinergi dengan memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun.
"Oleh karena itu, Pemerintah Kota sudah menyiapkan tempat pembuangan sampah, ada TPS kita, ada petugas kita yang datang mengorganisir sampah. Maka mari kerja sama untuk menjaga kota tetap indah, nyaman, aman, dan bersih dari segala sampah. Saya kira itu," pungkasnya. (*)